SUKABUMIUPDATE.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Wilayah Sukabumi melakukan pendampingan terhadap korban dugaan kekerasan seksual terhadap anak perempuan di Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD PPA Wilayah Sukabumi, Yeni Dewi Endrayani, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait dugaan kasus tersebut pada Sabtu malam.
“Waktu itu Sabtu dapat laporan dari Opsiga Kecamatan Parungkuda bahwa telah terjadi pelecehan terhadap anak sambung usia 9 tahun oleh ayah sambungnya,” ujar Yeni, Kamis (14/5/2026).
Menurut Yeni, pada malam itu juga terduga pelaku langsung diamankan ke Polres Sukabumi. Sementara laporan resmi dibuat oleh ayah kandung korban.
Baca Juga: Ramai Nobar Film Pesta Babi di Sukabumi, Dandim 0607: Jangan Sampai Jadi Pemicu Polemik
Setelah menerima laporan, DP3A langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan terkait penanganan kasus tersebut. Pada Senin, DP3A mendampingi korban menjalani pemeriksaan di Polres Sukabumi karena sebelumnya korban belum menjalani berita acara pemeriksaan (BAP).
“Jadi hari Senin kita dampingi untuk pemeriksaan anaknya di Polres Sukabumi,” katanya.
Dalam proses tersebut, DP3A memastikan korban mendapatkan pendampingan selama menjalani pemeriksaan oleh penyidik agar tetap merasa aman dan nyaman.
“Kita mendampingi anaknya aja, karena kan anaknya ditanya-tanya sama polisi. Kita memastikan bahwa anak itu diberikan pertanyaan dalam keadaan nyaman dan aman,” ucap Yeni.
Ia mengatakan pendampingan dilakukan agar korban dapat memberikan keterangan dengan tenang tanpa tekanan maupun rasa takut.
Baca Juga: Mangkrak? Masjid Al Afghani Nyalindung Disorot, Warga Minta Audit Alokasi Anggaran
“Jadi polisi nanya, kita dampingi agar si anak bisa menjawab juga dengan tenang, dengan benar, tidak takut, bisa bercerita tidak dalam tekanan,” jelasnya.
Terkait kondisi psikologis korban, Yeni menyebut korban sempat mengalami syok setelah peristiwa tersebut terjadi.
“Kalau kemarin awal ya mungkin dia syok aja. Karena si ayah tirinya ini sudah dianggap ayah juga, sudah sering mengasuh, sudah nyaman dengan ayahnya ini. Ya pasti kaget,” ujarnya.
Menurutnya, korban juga terlihat takut saat bertemu dengan laki-laki yang tidak dikenalnya.
“Kalau ketemu laki-laki yang tidak dia kenal jadi agak takut,” katanya.
Baca Juga: Gedung Mangkrak Pemda Jadi Arena Bolos Sekolah, Bupati Sukabumi Beri Tanggapan
Selain pendampingan pemeriksaan di kepolisian, UPTD PPA juga mendampingi korban menjalani visum di RSUD Palabuhanratu dan pemeriksaan lanjutan ke dokter spesialis bedah di RSUD Sekarwangi.
“Lanjutan dari Palabuhanratu ke dokter bedah di Sekarwangi,” kata Yeni.
Ia menambahkan, pendampingan psikologis terhadap korban juga telah dilakukan pada Selasa lalu. Saat ini DP3A masih terus mengawal proses hukum kasus tersebut hingga tahap persidangan.
“Sekarang tinggal ngawal untuk proses ke persidangan aja karena saksi-saksi sudah diperiksa, pelaku sudah ditahan, anak juga sudah divisum,” pungkasnya.(adv)




