SUKABUMIUPDATE.com - Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi yang digelar dalam acara bertajuk Panggung Rakyat Sukabumi di Gedung Juang 45, Jalan Veteran, Kota Sukabumi, Minggu (10/5/2026) malam.
Film karya jurnalis investigatif Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale itu mengangkat persoalan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua serta dampaknya terhadap masyarakat adat. Suasana di lokasi yang semula dipenuhi obrolan peserta berubah hening saat pemutaran film dimulai.
Ketua Pelaksana Panggung Rakyat Sukabumi, Muhammad Naufal Raihan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus refleksi bagi mahasiswa dan masyarakat sipil terhadap berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di Papua.
“Film ini memotret bagaimana masyarakat adat Papua harus bertarung melawan dampak Proyek Strategis Nasional (PSN). Seringkali, proyek-proyek besar ini justru meminggirkan penduduk lokal demi kepentingan segelintir pihak,” ujar Naufal.
Menurut dia, pemutaran film dokumenter tersebut sengaja dihadirkan agar publik, khususnya kalangan muda, dapat melihat persoalan Papua dari sudut pandang masyarakat adat yang terdampak langsung.
Baca Juga: Bupati Tegas Tarif Parkir RSUD Palabuhanratu Harus Diturunkan, Tak Ada Parkir Liar di Jalan
Usai pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi publik yang menghadirkan sejumlah aktivis dan perwakilan lembaga, di antaranya Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Marsinah.id, Papua Network Solidarity, dan Jubi News.
Koordinator Gerakan Mahasiswa Sukabumi, Rayhan Kharimatullail, menyebut kegiatan itu merupakan bentuk respons mahasiswa terhadap situasi demokrasi dan ruang sipil yang dinilai semakin terbatas.
“Kami merasakan adanya pembatasan terhadap aktivitas mahasiswa dan sipil. Panggung Rakyat ini adalah respon kami,” kata Rayhan.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk solidaritas terhadap aktivis HAM asal Sukabumi, Andrie Yunus, yang selama ini dikenal aktif menyuarakan isu hak asasi manusia.
Mengusung tema militerisme, impunitas, dan kekerasan, kegiatan itu digelar bertepatan dengan momentum Mei yang disebut sebagai Bulan Perlawanan. Selain nobar dan diskusi, acara juga diisi orasi politik, penampilan musik dari grup band lokal, hingga aksi teatrikal.
Baca Juga: Buaya yang Terkam Anjing Kembali Muncul di Muara Cikaso Sukabumi, Warga Kian Waspada
“Harapan kami, pemuda Sukabumi bisa bersatu, tetap konsisten di garis perjuangan, dan berani melawan segala bentuk ketidakadilan,” pungkasnya.
Sebelumnya, pemutaran film dokumenter Pesta Babi juga digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (BEM FIS) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) di Laboratorium Pertunjukan UMMI pada Jumat (8/5/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, rangkaian kegiatan nobar di Gedung Juang 45 berlangsung aman, tertib, dan kondusif.






