SUKABUMIUPDATE.com – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, Paoji, merampungkan agenda Reses Kedua Tahun Sidang 2026. Kegiatan serap aspirasi ini digelar secara maraton di sejumlah titik strategis Daerah Pemilihan (Dapil) V Kabupaten Sukabumi.
Rangkaian reses tersebut dipusatkan di tiga lokasi, yakni Desa Cibadak Kecamatan Pabuaran, Desa Cisitu Kecamatan Nyalindung, dan Desa Cikarang Kecamatan Cidolog. Agenda tatap muka ini dihadiri oleh unsur Forkopimcam, jajaran pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta keterwakilan pemuda dan perempuan.
Paoji mengaku bangga sekaligus mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang hadir dalam kegiatan reses tersebut. Menurutnya, forum ini menjadi wadah krusial untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyerap berbagai aspirasi dan harapan masyarakat terkait pembangunan di daerah.
"Alhamdulillah, saya merasa bangga dan bahagia melihat antusiasme masyarakat yang hadir. Ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pembangunan daerah masih sangat tinggi. Reses ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan dan harapan warga," ujar Paoji kepada sukabumiupdate.com, Jumat (5/6/2026).
Baca Juga: Dewan Paoji Soroti MBG, Ingatkan Jangan Ganggu Anggaran Pendidikan
Di hadapan konstituennya, Paoji secara terbuka memaparkan realita tantangan berat yang tengah dihadapi oleh postur anggaran pemerintah daerah saat ini. Keterbatasan dana fiskal daerah kian diperketat oleh dinamisnya perubahan regulasi dari pemerintah pusat.
Menurutnya, hadirnya sejumlah program prioritas nasional seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kebijakan strategis Koperasi Desa (Kopdes) menuntut adanya penyesuaian fiskal yang cukup besar. Kondisi tersebut berpotensi berdampak pada rasionalisasi sejumlah pos anggaran lainnya, termasuk dana yang dialokasikan untuk desa maupun bantuan dari tingkat provinsi.
"Kami selaku pengawas pemerintah daerah dan perwakilan rakyat memahami betul kondisi di lapangan. Saat ini anggaran sangat terbatas, sementara regulasi terus mengalami perubahan. Ditambah adanya program MBG dan Kopdes yang membutuhkan dukungan anggaran besar, sehingga berpotensi mempengaruhi program-program lainnya hingga adanya pemangkasan anggaran desa maupun provinsi," jelas Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi itu.
Meski demikian, Paoji menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperjuangkan kepentingan masyarakat dan mengawal setiap aspirasi agar tetap dapat direalisasikan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Sebagai wakil rakyat, kami tidak akan pernah menyerah. Kami akan terus berjuang dan mengawal setiap aspirasi masyarakat agar dapat diperjuangkan serta direalisasikan sesuai regulasi yang berlaku," tegasnya.
Dalam sesi dialog yang berlangsung interaktif, masyarakat menyampaikan berbagai usulan dan kebutuhan pembangunan di wilayah masing-masing, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Salah seorang tokoh masyarakat yang hadir menyampaikan apresiasi kepada Paoji atas komitmennya dalam memperjuangkan aspirasi warga selama ini. Menurutnya, berbagai program pembangunan yang bersumber dari pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam percepatan pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah Dapil V.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Paoji yang selama ini konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat. Banyak pembangunan yang telah dirasakan manfaatnya oleh warga, khususnya infrastruktur yang sangat membantu aktivitas masyarakat," ungkapnya.
Melalui kegiatan reses tersebut, masyarakat berharap hubungan komunikasi antara warga dan wakil rakyat dapat terus terjalin secara harmonis, terbuka, dan akuntabel. Dengan demikian, aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan baik dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan di Kabupaten Sukabumi. (adv)





