Sukabumiupdate.com - Konflik bersenjata di Suriah sejak lima tahun silam memicu gelombang pengungsian rakyat sipil Suriah ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Tak banyak orang tahu ternyata di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi juga ada pengungsi Suriah.
Dari penelusuran sukabumiupdate.com, Kamis (22/12), setidaknya ada dua keluarga asal Suriah mengungsi di Cicurug.
Kedua keluarga tersebut bisa keluar dari Suriah dan mengungsi ke Indonesia, dan akhirnya tinggal di Cicurug, karena mereka keluarga pernikahan campuran, yaitu istrinya orang Indonesia. Adapun status mereka saat ini adalah pengungsi di bawah lindungan UNHCR, komisi fungsional dalam PBB yang menangani pengungsi.
Pengungsi pertama adalah keluarga Muhammad Muhammad Ibn Zakaria (33). Muhammad adalah kelahiran kota Aleppo, Suriah. Ia beristrikan Ai Masnunah (32), seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Cianjur yang bekerja di Yordania saat bertemu dan akhirnya dinikahi Muhammad.
Mereka menikah sejak tahun 2010 dan kini sudah dikaruniai tiga anak, masing-masing Juan (5), Zakaria (4), dan Shervan (2).
Keluarga Muhammad kini tinggal di sebuah rumah kontrakan di Kampung Sikup, Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Menurut Muhammad yang berasal dari suku Kurdi, mereka tinggal di Cicurug sudah sejak bulan Juli, atas masukan dari Yayasan Al Islah yang membantu kehidupannya selama ia mengungsi di Indonesia.
Sebelumnya mereka berpindah-pindah dari Cianjur lalu ke Jakarta. Secara total, keluarga Muhammad sudah berada di Indonesia sejak sepuluh bulan lalu.
Untuk memenuhi kehidupannya, Muhammad dan istrinya berusaha membuat sepatu, sebagaimana dulunya di Aleppo, Muhammad juga bekerja sebagai pembuat sepatu.
Sayangnya, mereka masih mengalami kesulitan dalam pemasaran produknya. Beruntung banyak juga warga sekitar yang peduli dengan mereka dan kerap memberikan bantuan.
Keluarga pengungsi kedua adalah atas nama Abdun Nashir Jassam bin Khalid (40). Abdun Nashir beristrikan Fatimah, yanga walnya TKW asal Karawang di Suriah. Mereka kini sudah dikaruniai satu orang anak perempuan bernama Maryam (5).
Mereka mengungsi ke Cicurug sejak sekitar dua minggu lalu, setelah sebelumnya menetap di Karawang selama satu tahun. Kini, mereka tinggal mengontrak di Desa Nangerang, Kecamatan Cicurug.
Seperti juga kondisi Muhammad, Abdun Nasir juga belum mendapatkan pekerjaan yang tetap sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain dari UN, ia dan keluarganya banyak mengandalkan dari kedermawanan warga sekitar.
Menurut Mustaqim, Kepala Sekolah SDIT Al Husna (Desa Sikup, Cicurug) dan guru bahasa Arab, yang menjadi penterjemah antara sukabumiupdate.com dengan dua keluarga pengungsi Suriah, kondisi mereka di Cicurug cukup memprihantikan. Mustaqim berharap ada pihak yang peduli dan bisa memberikan bantuan kepada mereka.
“Ya, kondisi mereka memprihatinkan. (Muhammad) punya tiga anak, pekerjaan juga belum tetap. Mereka membutuhkan empati kita sebagai sesama muslim,†kata Mustaqim.