SUKABUMIUPDATE.COM - Malam Penganugerahan Pemuda Inspiratif 2016, Senin (19/12) di Hotel & Restaurant Augusta, Cikukulu, Kabupaten Sukabumi, memilih dua pemuda inovatif, kreatif, dan inspiratif. Kedua pemuda harapan bangsa ini, dipilih oleh Mata Holang Insititute sebagai Sukabumi Heroes 2016 untuk Kategori Pegiat Wisata Mandiri dan Praktisi Industri Kreatif di Kabupaten Sukabumi.
Asep Hidayat Mustopa, lahir pada 1 Desember 1987, buah cinta dari pasangan Soheh dan Enung Jubaedah, adalah pemuda yang aktif memberi kontribusi positif pada perkembangan wisata alam di Kabupaten Sukabumi. Usaha Asep adalah menginformasikan lokasi wisata yang sebelumnya belum terjamah, melalui beragam upaya dan media.
Dengan latar belakang seorang backpacker, Asep tak hanya mengeksplorasi keindahan alam di Kabupaten Sukabumi, tetapi juga mendokumentasikannya dengan sangat apik. Namanya tercatat sebagai Koordinator Wilayah Kelompok Penggerak Pariwisata Pajampangan, dan tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia.
Pria yang pernah menjadi fasilitator Program Keluarga Harapan di kementerian Sosial, serta pengajar di Madrasah Tsanawiyah (MTS) Negeri 4 Sukabumi ini, juga pernah menjadi Kaligrafer/ Desainer di Maktab Al Manar Alzulfi, Saudi Arabia, dan di Noktah Art Jakarta.
Ia mengimplementasikan kecintaannya terhadap pariwisata dengan media sosial (medsos). Seperti grup publik Wisata Alam Sukabumi, Hayu Ka Sukabumi, Pesona Sukabumi, dan Grup Ciletuh Geopark Pansela. Ia juga aktif dalam sejumlah komunitas wisata yang memiliki tujuan sama, yaitu mempromosikan keindahan wisata alam di kabupaten terluas se-Jawa dan Bali ini, di antaranya Discover Jampang serta Backpacker Sukabumi.
Asep Hidayat, mencintai dunia pariwisata seperti ia mencintai keluarganya sendiri. Bisa jadi, baginya pariwisata di Sukabumi adalah istri keduanya. Sebanyak apakah sarjana seperti ini di Sukabumi?
Apakah bisa terhitung dengan jari, ataukah masih banyak lagi Asep Hidayat lainnya yang memberikan sumbangsih dan karya nyata bagi masyarakat dan lingkungannya?
“Asep Hidayat, kami pilih dari sekian banyak nama sebagai Sukabumi Heroes 2016, untuk Kategori Pegiat Wisata Mandiri,†ungkap salah seorang pentolan Mata Holang Institute, Nuril Arifin, Selasa (20/12) malam.
Untuk kategori pemuda inpiratif di bidang ekonomi kreatif. Lembaga kajian di Sukabumi itu, mengganjar Arsysoft, sebuah start up lokal Sukabumi yang terbentuk dari kemauan dan tekad sekelompok pemuda di bidang IT (informasi teknologi-red).
Anak-anak muda ini memiliki mimpi dan semangat yang sama, untuk berkarya dan berbuat. Mereka telah melakukan inovasi di bidang transportasi dengan menyediakan jasa layanan taksi dan rental transportasi online.
Melalui berbagai pengalaman dan pengamatan terhadap kondisi lingkungan sosial, berangkat dari keinginan memberi kemudahan bagi masyarakat Sukabumi dalam mendapatkan transportasi yang aman dan nyaman. Mereka mengembangkan model aplikasi jasa rental transportasi berbasis daring, aplikasinya ini, diberi nama Berangkat, dan sudah bisa download di Google Play.
Tujuan lainnya, yakni mewadahi para pemilik kendaraan yang ingin memiliki penghasilan sampingan, atau penghasilan utama.
Adalah Faizal Rahman, sang CEO (chief executive officer-red), kelahiran Sukabumi 24 April 1993, sebagai penggerak ekonomi kreatif. Berbekal pendidikan formal di SMK Citra Nusantara, dan belum sempat menuntaskan perkuliahan di STMIK Nusa Mandiri, Sukabumi, ia bertekad menciptakan lapangan kerjanya sendiri.
Walaupun kendaraan roda empat yang menjadi armada mereka baru belasan, namun pengunduh aplikasi jasa transportasi online Berangkat yang ia gagas, sudah mencapai angka 2000an lebih.
Tak berhenti di sana, ia bersama timnya, kini tengah menjajaki jasa kurir online shopping yang diberi nama Kuririn, dan mengembangkan Wisata VR, Virtual Reality, sebuah aplikasi yang mengajak penggunanya, untuk menikmati panorama atau suasana tertentu tanpa perlu mendatanginya.
Karena alasan itulah, Faizal Rahman diganjar Sukabumi Heroes 2016 untuk Kategori Praktisi Industri Kreatif.
