SUKABUMIUPDATE.COM - Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi Sofyan Selle angkat bicara terkait seringnya aksi unjuk rasa belakangan terakhir ke lembaga yang dinakhodainya. Meski demo diatur oleh konstitusi, menurut Sofyan jika terus-terusan akan mengganggu kinerja Kejaksaan.
"Percayakan kepada kami dalam penanganan hukum ini. Insya Allah, semua pengusutannya akan berjalan dengan baik dan profesional," ujar mantan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Kabupaten Cianjur ini saat ditemui sukabumiupdate.com, Jumat (16/12).
Dia menjamin seluruh penanganan kasus khususnya tindak pidana korupsi (tipikor) Â akan ditangani dengan baik dan profesional.
"Kalau terus-terusan aksi, kapan kami bekerjanya? Kami dituntut supaya kerja cepat dan profesional, tapi di sisi lain kami harus memikirkan juga massa yang aksi," imbuhnya.
Sofyan berharap, semua lapisan masyarakat terus mengawal dan mengawasi seluruh kasus tipikor yang kini ditangani. Sebagai bentuk dukungan kepada penyidik, biarkan para jaksa bekerja dengan fokus dan professional.
"Kita sepakat untuk memberantas praktek korupsi. Ayo kita kawal uang rakyat bersama-sama, biarkan penyidik bekerja dengan fokus," cetusnya.
Dari catatan sukabumiupdate.com, kurang dari sebulan lembaga penegak hukum tersebut sudah tiga kali didemo. Pertama pada Senin (28/11) dari massa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sukabumi. Mereka mempertanyakan penanganan kasus dugaan penyelewengam program sosialisasi kawasan bebas asap rokok yang dilaksanakan Sat Pol PP 2014 senilai Rp1,4 miliar.
Aksi kedua pada Selasa (13/12) masih dari massa GMNI. Kali ini, para demonstran mendesak agar Kejaksaan menuntasakan semua kasus dugaan korupsi yang tengat diusut, salah satunya yakni kasus alat kesehatan (alkes) senilai Rp7 miliar tahun 2011.
Demo terakhir pada Kamis (15/12), dilakukan  massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukabumi yang  mempertanyakan pengusutan kasus dugaan proyek fiktif senilai Rp1,5 miliar soal peningkatan Jalan Simpang Lio-Bumisari, Kecamatan Cikidang tahun 2014.
