Beredar SMS Undangan Musdalub Jelang Rakerda KNPI Kabupaten Sukabumi

Jumat 16 Des 2016, 04:28 WIB
Beredar SMS Undangan Musdalub Jelang Rakerda KNPI Kabupaten Sukabumi

sukabumiupdate.com - Jelang Rapat Kerja Daerah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang digelar hari ini, Jumat (16/12) sore, di Gelanggang Olah Raga (GOR) Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, beredar short message service (SMS) berantai berisi undangan Rakerda DPD KNPI Kabupaten Sukabumi dari Forum Penyelemat Pemuda Indonesia.

Undangan tersebut ditujukan kepada pengurus DPD, Pengurus Kecamatan (PK), Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Majelis Pemuda Indonesia (MPI), dan Dewan Penasehat (Wanhat) DPD KNPI.

Namun, dalam SMS itu juga diselipkan kalimat akan dilangsung dengan acara Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub). Dikabarkan, SMS itu sudah menyebar pula ke sejumlah kepala dinas, termasuk bupati dan wakil bupati.

"Iya saya kaget, pagi-pagi dapat SMS undangan menghadiri Rakerda KNPI, tapi ada kalimat Musdalub," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Dadang Eka Widianto kepada sukabumiupdate.com, Jumat (16/12).

Namun, isu Musdalub ini dibantah Abdullah Ahmad Mulya SyafeI, Ketua PK KNPI Kecamatan Nyalindung. "Tidak ada, kami dari PK KNPI malah semakin solid. Isu Musdalub itu tidak akan terjadi. Mungkin hanya dari sebagian ketua OKP saja. Harapan saya, kita sama-sama dorong pengurus DPD KNPI sekarang supaya lebih baik," terangnya.

Dihubungi terpisah, Ketua DPD KNPI, Nasrudin, membantah adanya Musdalub tersebut. Ia memandang beredarnya SMS seputar desakan Musdalub merupakan sebuah dinamika organisasi. Kendati demikian, Nasrudin menegaskan penyebar SMS hoax itu sebagai tidak bertanggung jawab.

“Kami masih solid, tidak benar itu adanya rencana Musdalub. Malah sore ini, kami akan melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sesuai dengan amanat Aturan Dasar/Aturan Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Pembahasannya mengenai program yang telah, sedang, dan akan dilaksanakan,” ujarnya.

Terkait penyebar SMS hoax itu, Nasrudin berencana membawanya ke ranah hukum. Menurutnya, tindakan tersebut sudah mencemarkan nama baik organisasi dan dirinya. “Kami sedang melacak siapa penyebar SMS bohong itu,” tandasnya.

Editor :
Berita Terkini