SUKABUMIUPDATE.COM - Petani bawang merah di Kabupaten Sukabumi khususnya kecamatan Simpenan dan Ciracap masih unggulkan varietas Bima Brebes. Padahal masih ada beberapa varietas lain yang juga bagus untuk di budidaya.
"Itu dia, petani kita sangat fanatik dengan varietas Bima brebes. Mereka sudah bertahun-tahun membudidayakan jenis tersebut sehingga agak sulit untuk diganti dengan varietas lain," Terang Kepala Bidang (Kabid) Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Tony Hartus kepada sukabumiupdate.com, Selasa (13/12).
Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi, Anwar Sadad berpendapat, dalam era persaingan global, kemajuan ekonomi di daerah, sangat ditentukan oleh kemampuan beradaptasi dan inovasi individu-individu pelaku pembangunan.
Untuk itu, Sadad berharap, agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi ikut menjaga agar jangan hanya pelaku bisnis besar yang memenangkan persaingan global, tetapi petani justeru terlupakan. Petani bawang merah yang alami kesulitan memperoleh bibit, menurutnya, harus dicarikan solusi tepat.
"Kami akan berupaya mendorong agar ada keberpihakan dari pemerintah untuk petani, jangan sampai terus termarjinalkan, sehingga muncul kesenjangan. Karena mayoritas masyarakat Kabupaten Sukabumi berada di pedesaan dan bermata pencaharian petani," terang Sadad kepada sukabumiupdate.com, Rabu (14/12) pagi, sekira pukul 02.00 WIB melalui pesan whatsapp.
Ditambahkannya, sudah seharusnya semua mulai memikirkan upaya serius meningkatkan daya saing produk pertanian. Meningkatkan produksi memang penting tetapi memberi energi daya saing, juga penting. Salah satunya dengan penerapkan kebijakan yang melindungi produk pertanian lokal dari serbuan produk impor.
"Selain itu, upaya memberi nilai keunggulan kompetitif pada produk pertanian lokal, bisa menjadi kunci mendorong daya saing. Keunggulan komparatif tidak lagi cukup untuk memenangkan kompetisi," pungkasnya.
