SUKABUMIUPDATE.COM - Gempa yang menggoyang wilayah Sukabumi, Selasa (13/12) petang, pukul 18.28.46 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di 72 kilometer Barat Daya Kota Sukabumi, dengan kedalaman 89 kilometer.
“Titik episentrum gempa berada di 7.43 LS - 106.51 BT. Tidak berpotensi Tsunami,†tulis BKMG dalam laman resminnya, Selasa (13/12).
Dari peta yang dirilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, titik gempa ini berada disekitar pesisir pantai di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. “Lumayan terasa dan lama, warga sempat panik, keluar rumah, ,†ungkap warga Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Parid Harja (23) melalui sambungan telepon kepada sukabumiupdate.com.
Setelah beredar informasi resmi dari BMKG melalui sejumlah aplikasi di smartphone bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami warga pesisir Ciracap mulai tenang. “Belum tahu ada yang rusak apa tidak. Semoga saja tidak,†pungkasnya.
Rilis PVMBG yang diterima sukabumiupdate.com, Selasa (13/12) malam, daerah di sekitar pusat gempa bumi yang terlanda goncangan disusun oleh endapan kuarter. Berupa endapan aluvial pantai, endapan aluvial sungai, endapan rombakan gunung api, dan batuan sedimen tersier yang sebagian telah mengalami pelapukan.
“Batuan sedimen berumur Tersier yang mengalami pelapukan dan endapan Kuarter pada umumnya bersifat urai, lepas, belum kompak (unconsolidated), dan memperkuat efek goncangan gempa bumi, sehingga rawan terhadap gempa bumi,†tulis PVMBG dalam rilisnya.
Berdasarkan posisi pusat gempa bumi dan kedalaman, maka penyebab gempa bumi ini adalah aktivitas subduksi antara Lempeng Benua Eurasia dan Lempeng Samudra Indo-Australia. “Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.â€
PVMBG meminta warga tetap waspada dengan kejadian gempa susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil. Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, walaupun pusat gempanya berada di laut, energi gempa ini tidak cukup kuat untuk menimbulkan tsunami.
