SUKABUMIUPDATE.COM - Rencana polisi melakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian Karyawati PT Longvin gagal. Keluarga Neneng Masliyah, 25 tahun (sebelumnya ditulis Neneng Maesaroh-red) menolak rencana otopsi, menyatakan menerima hal ini sebagai musibah.
Neneng Masliyah ditemukan tewas dalam posisi tertelungkup di lantai kamar mandi kos-kosan di Kampung Susukan RT 01/01, Desa Kompa, Kecamatan Parunkuda, Kabupaten Sukabumi, Senin (12/12) malam, sekitar pukul 19.30 WIB. Polisi dan warga sempat curiga karena saat ditemukan kepala korban masuk ke ember besar di dalam mandi.
Kapolsek Parungkuda AKP Nursiwan usai olah TKP sempat mengungkapkan akan melakukan otopsi untuk memastikan penyebab kematiannya. Namun pihak keluarga menolak rencana optopsi di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Sekarwangi, dan menyatakan menerima kematian Neneng Masliyah sebagai musibah.
“Keluarga menolak otopsi, mereka membawa jasad klorban dari kamar jenazah BLUD Sekarwangi, Selasa (13/12) sekitar pukul 04.00 WIB. Ada bapak korban dan saudara saudaranya, kita serahkan dengan membuat berita acara penolakan otopsi,†jelas Nursiwan.
Rencananya jenazah korban mau langsung dimakamkan keluarganya di kampung halamannya di Kampung Kolelaban RT 02/05, Desa Panyusuhan, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
“Visum awal memang tidak ditemukan tanda tanda kekerasan. Korban diduga terpeleset saat akan masuk kamar mandi. Tenggorongannya membentur bibir ember dengan keras, dan meninggal seketika di dalam kamar mandi,†lanjutnya.
