Pengembangan Sentra Bawang Merah di Sukabumi Terkendala Bibit Mahal

Minggu 11 Des 2016, 11:55 WIB
Pengembangan Sentra Bawang Merah di Sukabumi Terkendala Bibit Mahal

SUKABUMIUPDATE.COM - Mahalnya harga bibit yang mencapai Rp40 ribu per kilogram jadi kendala bagi petani dalam  pengembangan bawang merah. Padahal Kabupaten Sukabumi sangat berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasokan di Wilayah II Regional Jawa Barat, yakni Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.

Lantaran, dari ketiga wilayah tersebut pertanian bawang merah hanya ada di Sukabumi. "Dalam luasan satu hektare persegi dibutuhkan satu ton bibit bawang merah, artinya petani harus mengeluarkan biaya sebesar Rp40 juta per hektar. Itu hanya biaya bibit saja, belum yang lainya, kalau ditotal kurang lebih butuh Rp60-70 juta per hektare," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Holtikultura Dinas Pertanian Tony Hartus saat dihubungi sukabumiupdate.com, Minggu (11/12).

Di Sukabumi, lanjut Tony, ada dua kawasan inti yang menjadi basis pertanian bawang merah yakni Kecamatan Simpenan dan Ciracap. Luas eksisting Simpenan biasa menghasilkan sekitar 10 sampai 15 hektar dan Ciracap 60 sampai 70 hektar per tahun.

"Itu luasan eksisting, artinya mereka biasa menangani bawang merah baik ada program bantuan maupun tidak," kata Tony.

Di dua wilayah itulah, Dinas Pertanian lebih fokus mendorong dan mengembangkan, sebab potensi di Ciracap bisa dikembangkan sampai 100 hektare dan Simpenan bisa lebih dari 20 hektare. Bahkan, selain dua kawasan inti itu, ada juga enam kawasan penyangga yang sudah dikembangkan pada program anggaran pendapatan belanja negara (APBN) 2016.

"Bantuan bibit bawang merah dan pupuk organik seluas 30 hektar atau 30 kelompok tani. Per kelompok satu hektar, bebernya.

Editor :
Berita Terkini