Duh, Warga Sakit di Kabupaten Sukabumi Harus Digotong 7 Kilometer

Jumat 09 Des 2016, 06:18 WIB
Duh, Warga Sakit di Kabupaten Sukabumi Harus Digotong 7 Kilometer

SUKABUMIUPDATE.COM - Kondisi Jalan Cidahu penghubung Desa Bojongtipar, Jampang Tengah dengan Tanjungsari, Kecamatan Nyalindung, harus segera diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi. Jalan tanah di musim penghujan dengan intensitas tinggi membuat warga sulit beraktivitas, termasuk saat mau menjalani perawatan medis.

Jalan ini dibuka pada tahun 2000 silam oleh Pemkab Sukabumi, dengan harapan bisa memberikan akses cepat bagi warga. Namun jalan tidak pernah mendapat sentuhan pengerasan, sehingga sangat sulit dilewati kendaraan.

"Setelah didozer untuk pelebaran, tidak pernah ada tindaklanjut, padahal saat itu masih bisa dilewati walau musim hujan, karena ada sisa-sisa batunya. Pemerintah kerjanya nggak tuntas, bisa bongkar tapi tidak bisa perbaiki,” ungkapnya warga Kampung Tipar, Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampang Tengah Adi Cahaya, Jumat (9/12).

Menurut Adi, jalan saat ini sudah sangat sulit dilintasi, khususnya oleh motor karena licin dan berlumpur. “Warga disini kan banyaknya punya motor, kalau mobil bukan mobil offroad, nggak bisa melintas,” jelasn Adi kepada sukabumiudate.com, Jumat (9/12).

Gotong royong yang dilakukan untuk memperbaiki titik-titik yang rusak parah dengan batu seadanya pun tidak bisa merubah kondisi jalan. Saat hujan besar jalan kembali rusak bahkan bertrambah parah.

Warga yang sebagian besar membutuhkan akses untuk mengangkut hasil pertanianpun jadi terganggu, membutuhkan biaya operasional lebih besar. “Saat musim hujan warga jadi terisolir, anak sekolah dan orang sakit harus digotong jalan kaki hingga tujuh kilometer. Fungsi jalan jadi tidak berguna,” pungkas Adi.

Editor :
Berita Terkini