SUKABUMIUPDATE.COM - Pergerakan tanah (retak) di Kampung Talaga Darmawangi, Desa Sirnasari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, semakin menjadi. Retakan tanah terus mengerus pondasi rumah warga, sehingga pihak desa memutuskan untuk mengosongkan sejumlah rumah yang berpotensi rawan longsor.
Enam kepala keluarga, atau 29 jiwa di Kampung Talaga Darmawangi RT 18/07, Senin (5/12), mulai diungsikan ke rumah kerabat dan warga lainnya yang aman. Longsor bahkan sudah mulai terjadi ditebing tebing pinggir irigasi yang berada tak jauh dari rumah warga.
“Hujan terus menerus selama tiga hari ini, retakan tanah jadi terus memanjang. Kita khawatir longsor. Makanya penghuni rumah yang berada di kawasan retak kita minta ngungsi dulu sementara waktu,†jelas Kepala Desa Sirnasari Bambang Gunawan kepada sukabumiudpate.com, Senin (5/12).
Upaya ini ungkap Bambang sebagai antisipasi karena setiap hari bahwa jam terjadi pergeseran tanah. “Dari pagi kami pantau, pergeseran tanahnya terasa. Tanah bergetar, retakan tambah panjang dalam dalam,†lanjutnya.
Saat ini pemerintah desa konsentrasi mengamankan warga dari ancaman longsor. “Kita akan kordinasi dengan pemerintah daerah, minta diteliti, kalau memang sudah tidak layak kita carikan lokasi baru untuk dipindahkan,†pungas Bambang.
Para warga yang mengungsi juga sudah mulai mengemasi barang barang dan harta benda, untuk dipindahkan ke rumah kerabat dan tetangga. “lebih baik kita waspada pak, kalau sudah longsor habis ini semua,†ungkap Wawat (46), salah seorang ibu rumah tangga yang menggungsi.