SUKABUMIUPDATE.com - Dua remaja dari komunitas punk menjadi korban pembacokan orang tak dikenal (OTK) di sekitar objek wisata Pantai Karanghawu, Desa/Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Keduanya diserang ketika hendak beristirahat setelah mengamen pada Sabtu malam (24/10/2026).
Korban bernama Yansen (13 tahun) dan Kasmir (17 tahun), terluka akibat sabetan senjata tajam pada kepala, leher, dan pundak. Mereka dilarikan ke RSUD Palabuhanratu untuk mendapatkan penanganan medis. Peristiwa ini terjadi sekira pukul 22.00 WIB. Yansen tak menyangka menjadi sasaran serangan saat berada di depan mulut gang.
Saat itu, ia bersama dua rekannya baru selesai mengamen. Mereka sempat buang air kecil sebelum berencana merebahkan badan untuk beristirahat.
“Kan saya selesai ngamen, lagi pada kencing bertiga. Yang satunya lagi minta air. Saya di depan gang itu selesai kencing, habis selesai ngamen, tiba-tiba dibacoklah dari belakang. Kena berdua,” kata Yansen saat ditemui di RSUD Palabuhanratu, Minggu (25/10/2026).
Ia menuturkan pelaku datang menggunakan sepeda motor Honda Beat berwarna putih. Motor tersebut melaju perlahan sebelum penyerangan terjadi. “Pakai motor Beat warna putih. Yang waktu dibacok pelan dia bawa motornya,” jelasnya.
Baca Juga: Kronologi Tantangan Tester Ilmu Batin Berujung Perkelahian di Sukabumi
Menurut Yansen, serangan berlangsung tiba-tiba tanpa didahului cekcok ataupun peringatan. Kasmir yang berada di belakangnya terkena sabetan terlebih dahulu, kemudian senjata tajam itu menyasar tubuh Yansen. Keduanya tidak sempat mengenali wajah pelaku. Setelah melancarkan aksinya, orang tersebut langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor.
“Enggak (kelihatan wajahnya). Enggak, langsung jalan (kabur). Enggak (berderet), ini di belakang saya. Mau tidur kan rencananya, terus ada kejadian itu, dibacok,” kata dia.
Rekan korban lainnya, Giulio alias Acil, mengaku panik ketika mengetahui Yansen dan Kasmir mengalami luka akibat pembacokan. Saat kejadian, ia berada beberapa langkah dari lokasi karena hendak mengambil air minum.
Acil kemudian berusaha meminta pertolongan kepada warga maupun pengguna jalan yang melintas agar kedua temannya segera dibawa untuk mendapatkan perawatan.
“Teman-teman kan minta tolong, minta tolong nganterin ke puskesmas begitu kejadian. Minta tolong ke orang yang lewat. Habis gitu, ada yang telepon polisi, tapi saya enggak tahu siapa, mungkin warga situ. Tiba-tiba datang polisi. Nah sehabis itu diantar langsung pakai ambulans ke sini (rumah sakit) sama korban,” kata Acil.
Di tengah situasi tersebut, Bhabinkamtibmas Cisolok Brigadir Akka Mahpudin turut turun tangan membantu kedua korban. Tak hanya mengecek kondisi mereka, Akka juga mengantar dan membantu membiayai pengobatan menggunakan uang pribadinya.
Baca Juga: Gara-gara Diskusi Ilmu Batin, Perkelahian di Padepokan Ciracap Sukabumi Viral
Akka mengatakan dirinya menerima informasi dari warga mengenai pembacokan terhadap anggota komunitas punk saat sedang melaksanakan kegiatan rutin. Setelah mendapatkan informasi tersebut, ia langsung mengecek tempat kejadian perkara (TKP), kemudian memastikan kondisi kedua korban.
Dari hasil pengecekan, kedua korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam. Akka kemudian mengetahui bahwa rekan-rekan korban terkendala biaya untuk pengobatan.
“Selanjutnya, setelah selesai pengecekan, ada rekan dari anak punk tersebut yang istilahnya bercerita bahwa mereka terkendala di finansial untuk pengobatan,” ujar Akka.
Mengetahui kondisi tersebut, Akka berinisiatif memberikan bantuan dari uang pribadinya agar biaya pengobatan kedua korban dapat tertangani.
“Dengan kesepakatan, saya sebagai anggota polisi dan memang sesuai arahan Bapak Kapolri, Kapolda, dan Kapolres Sukabumi 'polisi bersama masyarakat'. Ya saya membantu rekan tersebut dengan rezeki yang saya miliki, untuk pembiayaan sampai selesai tadi,” katanya.
Setelah mendapatkan penanganan medis, Akka juga membantu mengantar dan mendampingi kedua korban untuk membuat laporan di Polres Sukabumi.
“Untuk hari ini, setelah dilakukan perawatan di rumah sakit, saya membantu juga untuk pelaporannya di Polres Sukabumi dan ditangani langsung oleh Satreskrim Polres Sukabumi,” jelasnya.
Akka menyebut komunitas punk tersebut merupakan gabungan dari sejumlah wilayah di Indonesia. Di antara mereka juga terdapat anggota yang berasal dari wilayah Palabuhanratu.
Menurutnya, kondisi kedua korban kini berangsur pulih setelah mendapatkan perawatan. Keduanya juga tengah menjalani proses pelaporan kepada kepolisian. "Kondisi korban sekarang berangsur pulih dan sedang melaksanakan pembuatan laporan," kata dia.















