Disdik Cek SMPN 2 Cicurug Sukabumi, 10 Ruang Kelas Terdampak Cuaca Ekstrem

Sukabumiupdate.com
Kamis 01 Okt 2026, 15:13 WIB
Disdik Cek SMPN 2 Cicurug Sukabumi, 10 Ruang Kelas Terdampak Cuaca Ekstrem

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena (Sumber: sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi mengecek kondisi SMPN 2 Cicurug di Jalan Leuwinanggung, Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, setelah terdampak cuaca ekstrem pada Rabu, 30 September 2026. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena mengatakan, sejumlah ruangan terdampak akibat angin kencang yang terjadi bersamaan dengan hujan deras. Salah satunya ruang laboratorium komputer yang berada di bagian atas bangunan.

"Kalau kita lihat dari hasil hari ini memang kategorinya ringan. Ada beberapa ruangan yang terdampak," ujar Deden saat ditemui, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, kondisi ruang laboratorium komputer juga telah diperiksa, termasuk bagian server yang berada di dalamnya. Dari hasil pengecekan, server tersebut masih dalam kondisi baik.

Baca Juga: Timnas Indonesia Wajib Cetak Banyak Gol Lawan Bangladesh, John Herdman Siapkan Strategi Khusus

"Misalnya di antaranya ruangan lab komputer atas. Tapi setelah dicek alhamdulillah servernya masih bagus," katanya.

Secara keseluruhan, fasilitas sekolah yang terdampak cukup beragam. Deden menyebut terdapat 10 ruang kelas, dua laboratorium, musala, sanggar, WC, ruang OSIS, serta UKS yang ikut terdampak.

"Yang terdampak 10 ruang kelas, kemudian 2 lab, 1 lab IPA, kemudian juga mushola juga terdampak. Kemudian sanggar, dan WC," kata Deden.

Dari sejumlah fasilitas tersebut, kerusakan paling parah terjadi pada bagian laboratorium dan musala. Bahkan, kerusakan pada musala diperkirakan mencapai 75 persen.

Baca Juga: Menunggu KDM: Nasib Plaza Amphitheater Geopark Ciletuh Sukabumi, Proyek Belasan Miliar Rupiah Pemprov Jabar

Meski demikian, kerusakan tersebut tidak mengenai struktur utama bangunan. Dampak yang terjadi lebih banyak pada bagian atap akibat material baja ringan yang terangkat oleh angin. "Bukan strukturnya, tapi atapnya," kata Deden.

Ia menjelaskan, sejumlah ruang kelas juga mengalami kondisi serupa. Atap baja ringan pada beberapa bagian bangunan terangkat akibat angin kencang.

Kondisi salah satu sudut bangunan SMPN 2 Cicurug, Kabupaten Sukabumi, usai diterpa hujan es dan angin kencang pada Rabu (30/9/2026).Kondisi salah satu sudut bangunan SMPN 2 Cicurug, Kabupaten Sukabumi, usai diterpa hujan es dan angin kencang pada Rabu (30/9/2026).

"Kemudian juga ruang lab juga terdampak, kemudian beberapa ruang kelas yang akibat angin tersebut atapnya, atap baja ringannya terangkat," ujarnya.

Setelah melihat kondisi bangunan, pihak sekolah kini masih melakukan pendataan secara lebih rinci. Pendataan tersebut sekaligus untuk menghitung perkiraan kerugian serta kebutuhan material yang diperlukan untuk penanganan.

Baca Juga: Hujan Meteor Hingg Hunters Moon, 10 Fenomena Langit Sepanjang Oktober 2026

"Ya hari ini makanya pihak sekolah sedang melakukan data detail. Kemarin kan yang sempat dilaporkan itu belum detail, hari ini juga termasuk juga taksiran kerugiannya, materialnya seperti apa," ujar Deden.

Deden mengatakan, bagian struktur, meja, kursi, serta ruang kelas pada umumnya masih dalam kondisi yang tidak terdampak. Karena itu, ruangan masih memungkinkan digunakan apabila kondisi cuaca tidak kembali turun hujan.

Namun, apabila hujan kembali terjadi sementara bagian atap belum diperbaiki, ruangan yang terdampak tetap belum dapat digunakan secara optimal. Di tengah proses pembersihan material dan puing, kegiatan belajar mengajar pada Kamis (1/10) sementara dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh atau PJJ.

"Pada prinsipnya sekolah ini untuk proses pembelajaran tidak terganggu. Cuma hari ini aja kita masih PJJ," katanya.

Baca Juga: Rumah Terbakar di Cibadak Sukabumi: 3 Jiwa Mengungsi, Dokumen Penting Ikut Hangus

PJJ dilakukan karena material dan pusing akibat kerusakan masih dalam proses pembersihan oleh pihak sekolah. Deden berharap setelah kondisi sekolah lebih tertata, kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara normal.

Untuk pelaksanaan pembelajaran pada hari berikutnya, Deden mengatakan keputusan masih melihat hasil evaluasi kondisi sekolah. "Hari ini baru bisa ditentukan," tuturnya.

Kondisi tersebut juga menjadi perhatian Dinas Pendidikan mengingat cuaca mulai memasuki masa peralihan dari musim kemarau panjang menuju musim hujan. Deden meminta sekolah-sekolah di Kabupaten Sukabumi meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

 

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini