SUKABUMIUPDATE.com - Satu unit mobil Toyota Kijang LGX menjadi sasaran modus pecah kaca saat terparkir di pinggir Jalan Raya Segog Km 14, Desa Batununggal, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada Senin (7/9/2026) malam. Satu tas dan dua buah dompet raib digasak pelaku.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.28 WIB saat korban, Ade Harun (54), bersama dua rekannya tengah dalam perjalanan pulang dari Jakarta menuju Sukabumi.
Mereka kemudian berhenti untuk makan malam di salah satu warung pecel lele di kawasan tersebut. Mobil diparkir di seberang warung dalam kondisi terkunci.
"Jadi malam itu kita lagi perjalanan pulang dari Jakarta ke Sukabumi. Pas di jalan Segog kita berhenti dulu mau makan. Posisi mobil memang ada di seberang tempat kita makan," ujar Ade kepada sukabumiupdate.com, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga: Modus Pecah Kaca di Cibadak: Pelaku Beraksi Saat Korban Makan Bubur, Tas dan Ponsel Raib
Ade menjelaskan, warung tempat mereka makan berada di sisi jalan dari arah Sukabumi menuju Cibadak. Sementara mobilnya diparkir di sisi berlawanan, yakni jalur dari arah Cibadak menuju Kota Sukabumi.
Menurut Ade, mobil ditinggalkan tidak lebih dari sekitar setengah jam. Namun, saat kembali, ia mendapati kaca bagian depan sebelah kiri kendaraan sudah pecah.
"Pas kita balik lagi ke mobil, kondisi mobil sudah keadaan kacanya pecah. Kita makan juga tidak lama, kurang lebih setengah jam," ungkapnya.
Kondisi mobil Ade yang dibobol maling modus pecah kaca di Cibadak Sukabumi. | Foto: Tangkapan layar video/Ist
Akibat kejadian tersebut, sebuah tas dan dua dompet yang berada di dalam mobil raib. Barang-barang tersebut berisi sejumlah dokumen penting, di antaranya KTP, kartu ATM, SIM A, SIM C, STNK sepeda motor, kartu BPJS, dan beberapa kartu anggota.
Selain dokumen, terdapat uang tunai sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu di dalam tas dan dompet tersebut.
"Yang hilang itu tas sama dompet. Dompetnya dua, isinya ada KTP, ATM, SIM, STNK motor, kartu BPJS, sama kartu member. Ada uang cash juga tapi tidak terlalu banyak," jelas Ade.
Baca Juga: Jejak GPS Hentikan Pelarian 2 Copet HP Penonton Konser Musik di Sukabumi
Ade memperkirakan total kerugian akibat kejadian tersebut mencapai sekitar Rp3 juta. Nilai tersebut mencakup kerusakan kaca mobil serta barang-barang yang hilang.
Terkait pelaku, Ade mengaku tidak melihat langsung aksi pembobolan. Namun, ia sempat mendapat informasi mengenai seorang pria yang berada di sekitar kendaraan sebelum kejadian.
"Pas bapak saya masih di mobil ada laki-laki memakai topi hitam lewat ke mobil sebelah kiri yang posisinya jalannya sempit," katanya.
Setelah mengetahui mobilnya dibobol, Ade bersama keluarga kemudian mencari informasi kepada warga dan pedagang di sekitar lokasi. Dari keterangan yang mereka terima, dugaan pembobolan kendaraan disebut bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut.
"Kita cari info sama yang jual pecel di sekitar situ. Menurut informasi katanya sudah empat kali kejadian yang sama seperti kita," ujarnya.
Ade kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cibadak pada malam yang sama. Petugas kepolisian juga telah mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Kita langsung laporan ke Polsek Cibadak dan langsung olah TKP," pungkasnya.















