SUKABUMIUPDATE.com - Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP Bina Mutiara Sukabumi terus memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan literasi digital masyarakat melalui salah satu program pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang dilaksanakan dari tanggal 15 Juli – 22 Agustus Tahun 2026.
Melalui sinergitas antara perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, program KKM tahun 2026 ini menghadirkan salah satu inovasi teknologi berupa pengembangan Digital Library (perpustakaan digital) bagi masyarakat desa.
Program tersebut menyasar kurang lebih 30 desa di Kabupaten Sukabumi, yang tersebar di 7 Kecamatan, yakni di Kec. Jampang Tengah, Cicantayan, Gunungguruh, Cibitung, Kalibunder Waluran dan Cikakak. dengan tujuan memperluas akses masyarakat terhadap sumber informasi dan bahan bacaan digital sekaligus mendorong terbentuknya budaya literasi di lingkungan masyarakat.
Baca Juga: GABUT Mahasiswa KKM STKIP Bina Mutiara Perkenalkan Aqua Smart
Digital Library yang dikembangkan tidak hanya diposisikan sebagai produk teknologi, tetapi juga sebagai sarana edukasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh berbagai sumber pengetahuan secara lebih mudah, cepat, dan fleksibel.
Ketua Program Studi PGSD STKIP Bina Mutiara Sukabumi, Gilang Mas Ramadhan, M.Pd. menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi perlu diikuti dengan kemampuan masyarakat dalam mengakses, memahami, dan memanfaatkan informasi digital secara positif.
“Digitalisasi perpustakaan menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat. Kami ingin teknologi yang dikembangkan mahasiswa tidak berhenti sebagai produk, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan dan memberikan dampak bagi masyarakat desa,” ujarnya.
STKIP Bina Mutiara Sukabumi.
Kehadiran Digital Library diharapkan dapat memberikan alternatif baru bagi masyarakat desa dalam memperoleh bahan bacaan dan informasi. Masyarakat tidak lagi hanya bergantung pada koleksi buku fisik, tetapi dapat memanfaatkan perangkat digital yang tersedia untuk mengakses sumber belajar dan pengetahuan.
Program tersebut juga memiliki keterkaitan erat dengan bidang keilmuan PGSD, khususnya dalam penguatan budaya membaca, pengembangan sumber belajar, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, serta peningkatan kemampuan literasi digital.
Tidak hanya untuk pelajar, Digital Library juga diarahkan agar dapat dimanfaatkan oleh berbagai kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, orang tua, kader masyarakat, hingga perangkat desa. Dengan demikian, perpustakaan digital diharapkan dapat berkembang menjadi ruang belajar bersama berbasis teknologi di tingkat desa.
Baca Juga: Cegah Pergaulan Bebas, KKM STKIP Bina Mutiara Edukasi Siswa SMPN 6 Kalibunder
Program ini sekaligus menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan inovasi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP Bina Mutiara Sukabumi.
Dengan menjangkau sekitar 30 desa di Kabupaten Sukabumi, program pengembangan Digital Library melalui KKM 2026 diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem literasi digital masyarakat yang lebih inklusif.
Lebih jauh, program tersebut diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam menghadapi perkembangan era digital. Mahasiswa hadir bukan hanya sebagai pelaksana kegiatan KKM, tetapi sebagai bagian dari generasi muda yang ikut mendorong transformasi digital di masyarakat.
Baca Juga: Gebyar Aksara 3, Persembahan STKIP Bina Mutiara Kampus Surade untuk Pelajar Sukabumi
Program Studi PGSD STKIP Bina Mutiara Sukabumi berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi pendidikan dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan kolaborasi yang berkelanjutan antara kampus, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, transformasi digital di tingkat desa diharapkan mampu berkembang menjadi gerakan bersama untuk membangun masyarakat Kabupaten Sukabumi yang semakin melek teknologi, gemar membaca, kritis terhadap informasi, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (adv)














