El Nino Berkepanjangan, 12.517 Warga Kota Sukabumi Terdampak Krisis Air Bersih

Sukabumiupdate.com
Kamis 27 Agu 2026, 11:44 WIB
El Nino Berkepanjangan, 12.517 Warga Kota Sukabumi Terdampak Krisis Air Bersih

Warga Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi saat mengantre penyaluran bersih. (Sumber : SU/Asep Awaludin)

SUKABUMIUPDATE.com – Kondisi El Nino yang masih terjadi di Indonesia turut dirasakan masyarakat Kota Sukabumi. Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, dampak El Nino menyebabkan sejumlah wilayah di tujuh kecamatan mengalami krisis air bersih.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Sukabumi, Suhendar, mengungkapkan El Nino yang berkepanjangan membuat 12.517 jiwa terdampak krisis air bersih.

"Untuk sampai saat ini, masyarakat yang terdampak ataupun masyarakat yang membutuhkan air bersih itu untuk jiwa ada 12.517 jiwa dan kalau menghitung kepala keluarga kurang lebih 3.785 KK terdampak," kata Suhendar kepada awak media di Kantor BPBD Kota Sukabumi. Rabu (26/8/2026).

Suhendar memaparkan, Kecamatan Lembursitu menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak krisis air bersih tertinggi di Kota Sukabumi. Kondisi tersebut terjadi lantaran sejumlah sumber mata air yang selama ini digunakan warga mengalami kekeringan hingga mengering.

“Untuk di Kecamatan Lembursitu itu tertinggi, dengan 1.982 KK terdampak atau 7.560 masyarakat yang diterpa krisis air bersih," ucap Suhendar.

Baca Juga: Dituduh Santet Ayah, Pria Ditusuk di Dermaga PPN Palabuhanratu Sukabumi

Meski krisis air bersih masih melanda sejumlah wilayah, Pemerintah Kota Sukabumi tetap menyediakan layanan distribusi air bersih gratis bagi masyarakat terdampak.

Hingga saat ini, BPBD Kota Sukabumi telah mendistribusikan sekitar 122.200 liter air bersih kepada warga. Namun, Suhendar menyebut bantuan tersebut belum menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan krisis air.

"Sampai saat ini sudah disalurkan sebanyak 122.200 liter, itu kami mulai bulan Juni sampai kemarin terakhir (Agustus)," ujar Suhendar.

Suhendar juga mengimbau masyarakat di tingkat RW yang mengalami krisis air bersih untuk segera melaporkan kondisi tersebut melalui kelurahan. Laporan tersebut nantinya akan diteruskan kepada BPBD untuk mendapatkan penanganan.

“Nanti kelurahan bisa langsung ke BPBD atau ke PMI. Jadi, tahap-tahapannya seperti itu, nanti juga disalurkan kepada masyarakat," tutur Suhendar.

Berita Terkait
Berita Terkini