Keseruan Warga Sukabumi Meriahkan HUT RI Lewat Lomba Tangkap Ayam

Sukabumiupdate.com
Rabu 26 Agu 2026, 19:40 WIB
Keseruan Warga Sukabumi Meriahkan HUT RI Lewat Lomba Tangkap Ayam

Warga mengikuti lomba tangkap ayam di Saung Ulen Geulis, Kampung Pakuwon, Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI, Selasa (25/8/2026). (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Gelak tawa dan keseruan mewarnai suasana Saung Ulen Geulis, Kampung Pakuwon, Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Selasa (25/8/2026). Puluhan warga dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti lomba tangkap ayam dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus memperingati 12 Maulid 1448 Hijriah.

Penyelenggara kegiatan, Didin Jamaludin, mengungkapkan bahwa perlombaan sengaja digelar gratis tanpa dipungut biaya sebagai ajang silaturahmi, hiburan rakyat, sekaligus momen berbagi antarwarga.

"Pertama untuk kebersamaan, silaturahmi antarwarga. Kebetulan tanggal 12 Maulid, terus tangkap ayam ini gratis. Saya sediakan ayamnya, kemudian warga menangkap, yang tertangkap ayamnya silakan dibawa pulang," ujar Didin, Rabu (26/8/2026).

Dalam perlombaan ini, Didin melepas sekitar 40 ekor ayam dari total 100 lebih ayam peliharaannya. Ketika puluhan ayam dilepas sekaligus, aksi saling kejar antarpeserta pun tak terelakkan hingga memicu berbagai kejadian unik dan menggelitik.

Baca Juga: Momen Kocak Lomba 17-an di Cidahu Sukabumi, Belum Mulai Ibu-ibu Sudah Nyemplung ke Lumpur

"Saya buka ketika masyarakat sudah kumpul. Saya bilang silakan diambil. Tapi lucu, ada yang lari ke mana-mana, ada yang sampai ke rumah warga, ke dapur rumah warga mengejar ayam," tuturnya.

"Ada ayam terbang ke atas dikejar, ada yang sampai ke tong sampah, ada yang ke rumput. Ada juga antara menantu dan mertua tabrakan. Macam-macam, lucu," tambah Didin sembari tertawa.

Lomba yang diikuti sekitar 70 peserta ini dilakukan secara berpasangan (dua orang) dengan durasi waktu 15 menit per kloter. Peserta tidak hanya berasal dari Desa Cibodas, tetapi juga dihadiri warga dari Kecamatan Kalapanunggal dan Parungkuda, termasuk kepala desa, tokoh masyarakat, hingga imam masjid setempat.

Untuk menambah keseruan, panitia menyiapkan hadiah khusus berupa uang tunai, sembako, dan piagam penghargaan bagi peserta yang berhasil menangkap ayam jago berukuran besar yang ditandai dengan pita khusus. Kendati demikian, peserta yang tidak mendapatkan ayam tetap membawa pulang bingkisan dari panitia.

"Yang nangkap ayam jago paling besar dan dapat pita, itu kita kasih hadiah lebih. Ada hadiah dan piagam penghargaan," jelas Didin.

"Barokahnya kita bisa silaturahmi, bisa saling berbagi. Kita bagi bingkisan juga. Yang tidak dapat juga dikasih bingkisan, yang ikut kegiatan juga dapat bingkisan," lanjutnya.

Baca Juga: Disnakertrans Sukabumi Ingatkan Warga Waspadai Tawaran Kerja yang Berujung TPPO

Didin menjelaskan, konsep berburu ayam ini menyisipkan pesan moral tentang arti penting kerja keras dan semangat pantang menyerah.

"Untuk mendapatkan sesuatu harus berjuang dulu. Untuk anak-anak muda, orang tua, kakek-kakek, perjuangan itu untuk mendapatkan hasil. Seperti kita merebut kemerdekaan," katanya.

Ia kemudian berharap kegiatan sederhana tersebut dapat terus menjaga kebersamaan warga. Didin ingin kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang berbagi dan mempererat hubungan masyarakat.

"Mudah-mudahan kegiatan ini bukan hanya hiburan, tapi bisa berbagi. Jadi pulang ke rumah bisa menikmati. Semua peserta selain dapat ayam juga dapat bingkisan sebagai rasa terima kasih ikut serta kegiatan ini," pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini