SUKABUMIUPDATE.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi buka suara soal isu liar di media sosial yang menyebut akan pindah partai ke PSI (Partai Solidaritas Indonesia). Isu ini muncul menyusul sejumlah survei yang merekam elektabilitas Dedi Mulyadi untuk jadi Presiden RI pada 2029 mendatang melambung tinggi, mengalahkan banyak nama, termasuk Prabowo Subianto.
Kepada awak media di Bandung, Dedi Mulyadi membantah isu tersebut. Politisi partai Gerindra ini bahkan menegaskan rumor tersebut muncul tanpa dasar yang jelas.
Dedi mengaku terkejut saat pertama kali mendengar kabar yang ramai diperbincangkan di media sosial itu. pria yang akrab disapa KDM ini menegaskan tidak ada perubahan dalam posisi maupun komitmennya di Partai Gerindra.
Baca Juga: Keseruan Warga Sukabumi Meriahkan HUT RI Lewat Lomba Tangkap Ayam
la menyebut masih menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina partai yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto tersebut. "Isu dari mana itu? Ya kami tidak mungkin menanggapi itu. Ujug-ujug dari mana kemudian tiba-tiba, hal yang aneh," kata Dedi Mulyadi melansir Harapanrakyat dari suara.com, Selasa 25 Agustus 2026.
"Sampai hari ini saya adalah Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra," tambah dia.
Mantan Bupati Purwakarta itu menilai isu kepindahannya ke PSI tidak perlu dibesar-besarkan. la juga menegaskan loyalitasnya terhadap Partai Gerindra tetap tidak berubah.
Baca Juga: Kades Neglasari Lengkong Divonis 2 Tahun Bui, Wajib Bayar Uang Pengganti Rp356 Juta
Saat ditanya secara langsung apakah kabar kepindahannya ke PSI merupakan informasi bohong, Dedi memberikan jawaban tegas. "Bukan, tidak benar, bohong," katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan Dedi Mulyadi untuk menepis spekulasi mengenai kemungkinan adanya perubahan arah politiknya. Di tengah ramainya perbincangan di media sosial, KDM memastikan dirinya masih berada di jajaran kepengurusan Partai Gerindra dan tidak berpindah ke PSI.














