Susu MBG Diduga Basi Kadaluarsa, Pelajar SDN Bojongkoneng Cibadak Keracunan

Sukabumiupdate.com
Rabu 29 Jul 2026, 15:17 WIB
Susu MBG Diduga Basi Kadaluarsa, Pelajar SDN Bojongkoneng Cibadak Keracunan

Kepala SDN Bojongkoneng bersama tenaga kesehatan Puskesmas Sekarwangi mendatangi rumah sejumlah siswa yang masih mengalami keluhan kesehatan usai mengkonsumsi MBG, Rabu (29/7/2026). (Sumber : sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com - Puluhan pelajar SDN Bojongkoneng, di Kampung Bojong Jagal RT 05 RW 02, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mengalami dugaan keracunan setelah mengkonsumsi susu kemasan dari menu MBG (Makan Bergizi Gratis), pada Selasa 28 Juli 2026. 

Pantauan sukabumiupdate.com Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, SDN Bojongkoneng tampak sepi tanpa aktivitas belajar mengajar. Kepala sekolah, guru bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Sekarwangi sedang mendatangi rumah sejumlah pelajar yang mengalami keluhan kesehatan tersebut.

Data sementara, 39 pelajar melaporkan keluhan kesehatan pasca mengkonsumsi menu MBG Tersebut. Seorang siswa  bahkan dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk memastikan kondisi kesehatannya.

Baca Juga: Darius Sinathrya Ajak Donna Agnesia Liburan ke Situ Gunung: Finally! Bisa Jalan-Jalan

Kepala SDN Bojongkoneng, Ida Suhaida, mengatakan pihak sekolah telah berkoordinasi dengan penyelenggara MBG, terkait keluhan yang dialami para pelajar. Program MBG di sekolah tersebut disuplai oleh Dapur Nazran SPPG Cibadak 02 di bawah naungan Yayasan Ulul Albab Fasihah Al Munawaroh.

"Udah koordinasi dengan MBG juga, dia mau bertanggung jawab terhadap anak-anak itu," kata Ida saat diwawancarai, Rabu (29/7/2026).

Ida menceritakan, kejadian bermula pada Selasa, 18 Juli 2026, guru kelas 4 melaporkan adanya temuan susu yang rasanya tidak biasa. Setelah diperiksa, pihak sekolah menemukan tanggal kadaluarsa pada kemasan susu tersebut telah terlewati.

Baca Juga: Mengintip Ketangguhan Pengrajin Batu Cadas Sukabumi yang Masih Pahat Fondasi Rumah Secara Manual

"Awalnya dari guru kelas 4 bilang, 'Ibu, susunya asem.' Pas dilihat di susunya kedaluwarsa. Anak-anak kan biasanya kalau makanan nggak terlalu memperhatikan, tapi kalau susu langsung diminum duluan," ujarnya.

Menurut Ida, susu yang dibagikan merupakan susu UHT dengan varian putih dan coklat. Ia menyebut pihak sekolah kemudian mengecek kemasan dan menemukan tanggal kadaluarsa yang sudah terlewati.

39 pelajar yang yang mengalami keluhan kesehatan usai mengkonsumsi susu basi tersebut berasal dari kelas 1, kelas 4, dan kelas 5. Kondisinya bervariasi, mulai dari ringan hingga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Gedepangrango dan Odeon: Wisata Sukabumi Menuju Wonderful Indonesia Awards 2026

"39 anak yang kena dampak. Tapi ada yang ringan, ada yang berat. Yang berat ada yang panasnya menggigil, suhu tubuhnya sekitar 38 sampai 39 derajat," ungkapnya.

Keluhan yang paling banyak dirasakan siswa, lanjut Ida, pusing dan sakit perut. Mengetahui hal tersebut, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan petugas kesehatan yang berada di dapur MBG agar para siswa segera mendapatkan penanganan.

Setelah itu, siswa dipulangkan lebih awal dengan meminta orang tua memantau kondisi anak di rumah dan segera melapor apabila muncul keluhan lanjutan. Meski sempat terjadi insiden tersebut, Ida memastikan kondisi para siswa kini berangsur membaik dan kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung seperti biasa.

Baca Juga: Overload Donasi Pakaian di Posko Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Relawan Butuh Tambahan Hanger

"Baik, insya allah mudah-mudahan membaik semua. Minta doanya saja semoga tidak ada yang berkelanjutan. Kegiatan belajar mengajar juga berjalan normal," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang orang tua siswa, Resti, mengaku anaknya mengalami mual dan muntah sekitar dua jam setelah mengkonsumsi susu coklat yang diterima dari paket MBG. "Kalau dia minumnya sedikit, dua jam kemudian mual muntah," kata Resti.

Ia mengatakan anaknya langsung dipulangkan dari sekolah sekitar pukul 10.00 WIB. Di rumah, anaknya hanya diberi banyak minum dan kini kondisinya telah kembali normal. "Langsung dipulangin sama sekolah. Di rumah nggak dirawat, cuma dikasih minum yang banyak. Alhamdulillah sekarang normal lagi," tuturnya.

Baca Juga: Menatap Langit Malam Ini: Bulan Purnama Dihiasi Hujan Meteor

Resti mengaku sempat merasa khawatir. Menurutnya, sebagian besar siswa lebih dahulu meminum susu sehingga belum sempat menyantap makanan yang tersedia dalam paket MBG.

Redaksi sukabumiupdate, masih berusaha mengkonfirmasi insiden dugaan keracunan ini kepada pihak SPPG yang belum bersedia memberikan informasi, serta tim medis dari puskesmas sekarwangi.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini