Desak Evaluasi! SMKN 1 Gunungguruh Sukabumi Soroti Respon SPPG Pasca Dugaan Keracunan MBG
Jumlah keseluruhan yang terdampak 151 orang, 125 pelajar dan 26 guru. Seorang orang guru sempat dirawat di RS Betha Medika
Jumlah keseluruhan yang terdampak 151 orang, 125 pelajar dan 26 guru. Seorang orang guru sempat dirawat di RS Betha Medika
Data sementara, 39 pelajar melaporkan keluhan kesehatan pasca mengkonsumsi menu MBG Tersebut.
Tedi juga menyebut hingga saat ini kondisi keluarga yang sempat diduga mengalami keracunan sudah berangsur pulih.
Selama proses pemeriksaan BGN, ribuan penerima manfaat dari banyak sekolah yang disuplai SPPG ARA 1 Loji dipastikan libur dapat MBG hingga waktu yang belum ditentukan.
Asep Japar meminta dapur MBG atau SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) untuk mengutamakan makanan yang higienis dan sehat, juga mengoptimalkan peran ahli gizi yang sudah diberikan tanggung jawab.
Asisten Lapangan SPPG Loji, Yanyan Sugiyanto, mengakui adanya kelalaian dalam proses penyaluran makanan dan secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penerima manfaat.
Pasien kini mendapatkan perawatan di Puskesmas Simpenan. Agus, keluarga dari salah seorang pasien pelajar mengungkapkan bahwa ponakannya mengalami muntah setelah makan menu MBG di Sekolah.
Kendala Distribusi dan Cegah Keracunan MBG, Forkopimcam Waluran Sukabumi Undang Tiga SPPG.
Alih-alih menjadi jaminan pemenuhan gizi, distribusi makanan justru berubah menjadi ancaman kesehatan bagi generasi muda.
Jumlah pelajar yang diduga alami keracunan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Pelabuhanratu Sukabumi bertambah, sejumlah sampel diambil dan diuji di labkesda Jabar
Dari dua lokasi yang sudah diperiksa, ditemukan kontaminasi mikrobiologi berupa jamur dan bakteri pada beberapa jenis makanan.
Dari laporan yang diterima puskemas cibadak, total ada sekitar 200 siswa kelas 10 yang tidak masuk. Hari itu juga, sekitar 40 siswa yang masuk sekolah datang ke UKS dengan gejala serupa.
Tim medis memberikan obat untuk meredakan mual dan muntah. Menurut Teddy, kondisi siswa yang terkena masih dalam kategori ringan hingga sedang.
Pengawasan terhadap penyediaan Makan Bergizi Gratis harus diperketat imbas kejadian keracunan yang terus berulang yang menimpa penerima manfaat dari program tersebut.
Pihak sekolah dan komite memutuskan untuk sementara tidak menerima MBG karena khawatir kejadian terulang,
Kepala Tim Kerja Surveilans, Imunisasi, dan Penanggulangan Krisis Kesehatan Dinkes Kabupaten Sukabumi, Tatang Sutarman, mengatakan pihaknya bersama tim Puskesmas Cidolog untuk melakukan penelusuran kasus.
Sebanyak 32 pelajar di Cidolog Sukabumi, mengalami gejala dugaan keracunan usai mengonsumsi MBG. Pihak penyalur dari SPPG Cidolog buka suara dan menjelaskan kronologi serta langkah penanganan yang dilakukan.
Data sementara menyebut anak-anak yang mengalami gejala keracunan merupakan pelajar SDN Puncak Batu dan MI Cikadu, juga dari PAUD di Desa Cipamingkis.
Menu MBG yang dikonsumsi para pelajar ini berupa nasi kuning dan telur dadar.