SUKABUMIUPDATE.com – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi akan mengajukan pinjaman kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) mulai mencuat. Pemberitahuan rencana tersebut disebut sudah dilempar ke DPRD Kota Sukabumi.
Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Rojab Asyari, membenarkan adanya informasi mengenai rencana pinjaman yang tengah disiapkan oleh pemerintah daerah. Namun, ia menegaskan DPRD belum menerima pengajuan resmi untuk dibahas.
"Baru pemberitahuan, belum spesifik ke permohonan persetujuan," ujar Rojab singkat saat dikonfirmasi sukabumiupdate.com, Jumat (24/7/2026).
Rojab pun berpandangan rencana tersebut tidak bertentangan dengan regulasi yang ada. "Kalau secara regulasi ada peluang untuk dilakukan, tapi perlu kajian mendalam terkait kemampuan fiskalnya," tambahnya.
Sementara itu, berdasar informasi yang dihimpun di lingkungan Balai Kota Sukabumi menyebutkan bahwa rencana pengajuan pinjaman ke PT SMI memang sedang dipersiapkan oleh Pemkot Sukabumi. Namun, prosesnya masih menunggu pembahasan awal bersama DPRD Kota Sukabumi.
"Nunggu dari dewan," ujar Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki saat dikonfirmasi melalui aplikasi perpesanan.
Baca Juga: BKN Uji Coba ASN Kerja Dekat Rumah, Zudan: Hemat Biaya, Bahagia dan Kinerja Meningkat
Apa itu PT SMI
Seperti dikutip dari laman resminya, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) - PT SMI merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan berbentuk Lembaga Keuangan Bukan Bank. PT SMI merupakan Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI).
Sebagai BUMN yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kemenkeu, PT SMI berfokus untuk mendukung percepatan dan pemerataan pembangunan di Indonesia yang berkelanjutan. Dalam menjalankan bisnisnya, PT SMI memiliki 3 (tiga) pilar bisnis yang terdiri dari: Pembiayaan Korporasi, Pembiayaan Publik, dan Jasa Konsultasi dan Pengembangan Proyek
Mengutip dari tempo.co, baru-baru ini, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menyalurkan pembiayaan senilai Rp 268,36 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Pemalang, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Rokan Hulu untuk mendukung pembangunan infrastruktur daerah. Dana tersebut terdiri atas Rp 55 miliar untuk Kabupaten Pemalang, Rp 58,37 miliar untuk Kabupaten Ciamis, dan Rp 154,99 miliar untuk Kabupaten Rokan Hulu.
PT SMI menyatakan pembiayaan tersebut diharapkan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan pelayanan publik sekaligus memperkuat perekonomian daerah. Pada 2025, sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di ketiga kabupaten, yakni 25,51 persen di Kabupaten Pemalang, 21,76 persen di Kabupaten Ciamis, dan 53,26 persen di Kabupaten Rokan Hulu.
Baca Juga: 890 Peserta Bersaing di Porsadin VIII Jampangkulon, Juara Mewakili Sukabumi ke Jabar
Perseroan juga mencatat tren peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pertumbuhan ekonomi yang dinilai mendukung keberlanjutan pembangunan di masing-masing wilayah. Hingga Mei 2026, total komitmen pembiayaan PT SMI kepada pemerintah daerah mencapai Rp 37,41 triliun dengan outstanding sebesar Rp 14,03 triliun. Perseroan menyalurkan pembiayaan tersebut melalui skema Pinjaman Daerah untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan publik di daerah.
















