SUKABUMIUPDATE.com - Kebakaran hebat melanda sebuah rumah panggung di Kampung Babakan Bandung RT 02/06, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (25/7) malam sekitar pukul 19.49 WIB.
Rumah yang dihuni satu keluarga atas nama Agus Santika ludes terbakar. Dugaan sementara, api berasal dari lilin penerangan yang digunakan saat listrik padam. Dalam peristiwa tragis ini, tiga anak meninggal dunia, masing-masing Aljenar Malik Seputro (SD), Saka Asadek (PAUD), dan Shakila Almahira Quenza (balita). Sementara nenek dan ibu berhasil selamat dan kini diungsikan ke rumah tetangga.
Api sempat dipadamkan warga dengan alat seadanya sebelum dua unit mobil pemadam kebakaran dari Sukaraja dan Kota Sukabumi tiba di lokasi untuk melakukan pendinginan.
Baca Juga: Semuanya Perempuan, Identitas Korban Longsor Tambang Emas Ilegal di Lengkong Sukabumi
Saat ini, kebutuhan darurat bagi keluarga korban meliputi sandang, pangan, dan material untuk pemulihan. Data yang dilaporkan merupakan informasi awal dan akan diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.
Menurut keterangan warga, saat kejadian listrik di kampung tersebut sedang padam sejak pukul 17.30 WIB. Aktivitas sehari-hari para korban biasanya diisi dengan mengaji. Karena kondisi mati lampu, ketiganya berada di dalam rumah. Diduga, api berasal dari lilin yang digunakan sebagai penerangan, kemudian dengan cepat membakar bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu.
Ketiga korban ditemukan berdekatan di dalam kamar, satu perempuan dan dua laki-laki. Saat kebakaran berlangsung, hanya mereka bertiga yang berada di rumah, sementara orang tua tidak ada di tempat. Korban tinggal bersama nenek berusia 50 tahun.
Baca Juga: Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan Maut Motor dan Truk Kontainer di Parungkuda Sukabumi
Pada saat bersamaan, warga sempat mengira api berasal dari arah hutan di belakang kampung, karena sebelumnya juga terjadi kebakaran kecil di area tersebut. Namun, api ternyata bersumber dari rumah korban dan dengan cepat membesar.
Kepala Desa Wangunreja, Ganda Permana, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa warganya. “Kami bersama warga berusaha memadamkan api, namun kondisi rumah yang terbuat dari kayu membuat api cepat membesar. Tiga anak tidak sempat diselamatkan,” ujarnya.















