SUKABUMIUPDATE.com - Kebakaran menghanguskan sebuah warung kelontong dan sebagian dapur rumah makan Padang di Kampung Bolang Lebak, RT 01/RW 01, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Kamis (23/7/2026) pagi. Dalam peristiwa tersebut, seorang pemilik warung mengalami luka bakar ringan dan dilarikan ke RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan perawatan.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Komandan Posko 4 Damkar Parungkuda, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi, Acep Fatah, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 09.30 WIB dan petugas berangkat menuju lokasi sekitar pukul 09.35 WIB.
"Yang terbakar warung kelontong dan sebagian dapur Rumah Makan Padang," kata Acep, kepada Sukabumiupdate.com.
Saat petugas tiba di lokasi, kobaran api sudah membesar. Menurut Acep, kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh keberadaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang dijual secara eceran di warung kelontong tersebut.
Baca Juga: Menang Sengketa, PT KAI Bakal Optimalisasi Lahan 7.820 Meter Persegi di Stasiun Cicurug
"Kondisi di lapangan waktu saya sampai ke lokasi api membesar dikarenakan di situ ada cairan jenis BBM Pertalite," ujarnya.
Acep menjelaskan, tingkat kerusakan akibat kebakaran diperkirakan mencapai 43 persen, sementara sekitar 57 persen bangunan berhasil diselamatkan. Selain warung kelontong milik Wawan, kebakaran juga mengenai sebagian dapur Rumah Makan Padang. Namun, area utama rumah makan dan toko kue yang berada dalam bangunan yang sama masih dapat diselamatkan.
"Rumah Makan Padang hanya dapurnya saja yang terbakar. Untuk rumah makannya alhamdulillah masih terselamatkan. Toko kue yang berdampingan juga masih terselamatkan karena satu bangunan tetapi berbeda kios," jelasnya.
Dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. Namun, pemilik warung kelontong, Wawan (38), mengalami luka bakar ringan pada bagian wajah hingga badan atas dan langsung dibawa ke RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: Hotman Paris Undur Diri Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie, Ini Alasannya
"Korban luka bakar ringan atas nama Bapak Wawan, usia 38 tahun. Kata warga, beliau baru sekitar satu minggu membuka toko tersebut," ungkap Acep.
Terkait penyebab kebakaran, Acep mengatakan hingga kini masih belum dapat dipastikan karena masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
"Belum dipastikan karena masih dalam investigasi pihak kepolisian," katanya.
Dalam penanganan kebakaran, DPKP Kabupaten Sukabumi mengerahkan dua unit mobil pemadam, masing-masing dari Pos Damkar Parungkuda dan Pos Damkar Cibadak.
Proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit. Meski tidak menghadapi kendala berarti, petugas harus bolak-balik mengisi air ke hidran di kawasan Palagan Bojongkokosan karena sumber air terdekat berada di lokasi tersebut.
"Kendalanya hanya pengambilan air yang cukup jauh. Kita mengambil air dari hidran di Palagan Bojongkokosan sampai habis dua tangki. Alhamdulillah api bisa dikendalikan," tutur Acep.
Baca Juga: Wargi Sukabumi KDM Buka Sayembara Tangkap Begal Hidup-hidup, Berhadiah Rp50 Juta
Acep mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Ia juga meminta warga tidak membakar sampah maupun lahan sembarangan atau meninggalkannya dalam keadaan masih menyala.
"Kalau terjadi kebakaran segera hubungi posko-posko Damkar terdekat. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah atau lahan sembarangan maupun meninggalkannya," pungkasnya.















