Kecelakaan Maut di Parungkuda Sukabumi, Pemotor Tewas Terlindas Truk Kontainer

Sukabumiupdate.com
Kamis 23 Jul 2026, 19:35 WIB
Kecelakaan Maut di Parungkuda Sukabumi, Pemotor Tewas Terlindas Truk Kontainer

Petugas kepolisian melakukan olah TKP kecelakaan maut yang melibatkan truk kontainer dan dua sepeda motor di Parungkuda Sukabumi, Kamis (23/7/2026) sore. (Sumber Foto: SU/Ibnu)

SUKABUMIUPDATE.com – Kecelakaan maut yang melibatkan truk kontainer dan dua sepeda motor terjadi di Jalan Raya Sukabumi-Bogor, tepatnya di Kampung Pangadegan, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Kamis (23/7/2026) sore.

Dalam peristiwa tersebut, seorang pengendara sepeda motor Honda Beat bernomor polisi B 4717 TMR meninggal dunia setelah diduga terlindas ban belakang truk kontainer.

Sementara itu, seorang pengendara lain bernama Sahrul (26) berhasil selamat meski sempat terjatuh dan masuk ke kolong kendaraan besar tersebut.

Sahrul yang merupakan salah satu saksi sekaligus korban selamat menceritakan detik-detik kecelakaan yang nyaris merenggut nyawanya. Saat kejadian, ia tengah melakukan perjalanan dari arah Cibadak menuju Bogor dan berada di belakang truk kontainer.

Saat itu ia berupaya mendahului truk setelah melihat ada ruang di sisi kendaraan tersebut. Namun, dari arah berlawanan melaju dua unit angkutan kota (angkot).

"Angkot pertama masih bisa dilewati, tetapi angkot kedua mencoba menyalip angkot pertama. Di situ saya kehilangan keseimbangan," kata Sahrul kepada sukabumiupdate.com di lokasi kejadian.

Baca Juga: Kemarau Meluas ke 6 Kecamatan, BPBD Sukabumi Belum Tetapkan Status Darurat Kekeringan

Dalam kondisi panik, ia sempat melakukan pengereman menggunakan rem belakang. Namun sesaat kemudian, sepeda motor Honda supra X nopol F 2972 UX yang dikendarainya ditabrak dari belakang oleh pengendara lain yang belakangan diketahui menjadi korban meninggal dunia.

"Saya ditabrak dari belakang sama motor korban. Saya jatuh dan posisi saya masuk ke kolong kontainer," ungkapnya.

Sahrul mengaku beruntung karena tubuhnya terjatuh tepat di bagian tengah kolong truk, bukan di jalur roda kendaraan.

"Posisi saya ada di tengah-tengah kolong, bukan di bagian ban," ujarnya.

Sedangkan pengendara yang menabraknya terjatuh di sisi kanan belakang truk dan diduga terlindas ban kendaraan berat tersebut hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sahrul mengaku tidak mengetahui keberadaan korban sebelum kecelakaan terjadi karena tidak sempat melihat kondisi lalu lintas di belakangnya.

"Saya juga tidak tahu kalau korban ada di belakang saya, karena saya tidak melihat spion," tuturnya.

Baca Juga: Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Soal Pencemaran Nama Baik Presiden ke-7 RI Joko Widodo

Ia menduga korban mengendarai sepeda motor seorang diri. Saat kejadian, arus lalu lintas di ruas jalan nasional tersebut terpantau cukup ramai, namun masih bergerak lancar.

Sahrul juga masih mengingat suara benturan keras saat sepeda motor korban menabrak kendaraannya. Setelah itu, ia mengaku tidak lagi mengingat secara jelas bagaimana dirinya bisa masuk ke kolong truk.

"Yang saya ingat hanya benturan itu saja. Setelahnya saya tidak ingat," jelasnya.

Usai kejadian, warga sekitar langsung memberikan pertolongan dan membantu mengevakuasi dirinya dari lokasi kecelakaan. Beruntung, Sahrul tidak mengalami luka serius.

"Alhamdulillah tidak luka. Mungkin karena saya pakai jaket dan celana yang cukup tebal," pungkasnya.

Sementara itu, petugas kepolisian usai menerima laporan kejadian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi.

Adapun korban meninggal dunia yang diduga terlindas ban belakang truk kontainer telah dievakuasi ke RSUD Sekarwangi Cibadak. Hingga berita ini diterbitkan, identitas truk yang terlibat dan identitas korban meninggal masih dalam proses pendataan sehingga belum diketahui secara pasti.

Berita Terkait
Berita Terkini