Kebakaran Lahan, Api Nyaris Merembet ke Gedung Dinas PU Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Senin 20 Jul 2026, 13:21 WIB
Kebakaran Lahan, Api Nyaris Merembet ke Gedung Dinas PU Sukabumi

Petugas Pemadam Kebakaran saat melakukan pemadaman api di di belakang kantor Dinas PU Kabupaten Sukabumi | Foto : Ilyas Supendi

SUKABUMIUPDATE.com – Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kecamatan Palabuhanratu. Kali ini, si jago merah nyaris merembet ke bangunan ruang aset milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, termasuk area ruang genset, pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 11.09 WIB.

Asap tebal sempat membumbung dari lahan kering di belakang kompleks kantor Dinas PU. Kobaran api yang cepat membesar akibat alang-alang yang mengering dan hembusan angin kencang.

Petugas pemadam kebakaran bergerak cepat untuk mencegah api menjalar ke bangunan. Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi, Erwin Adam Ridwan, mengatakan api membakar hamparan alang-alang dan nyaris mencapai area belakang kantor Dinas PU.

"Kalau melihat jenis kebakarannya adalah alang-alang. Kemungkinan ada faktor kesengajaan pembakaran dari warga atau lingkungan sekitar," ujar Erwin, pada sukabumiupdate.com di lokasi.

Baca Juga: Lina Ruslinawati Serap Aspirasi Warga Ciambar, Jalan Rusak hingga Alsintan Jadi Sorotan

Ia menjelaskan, kobaran api belum sempat masuk ke dalam bangunan kantor, namun posisinya sudah sangat dekat dengan aset milik pemerintah.

"Kalau ke ruangan sih belum, baru di bagian belakangnya saja. Nyaris merembet," katanya.

Untuk mengendalikan api, kata Erwin, Damkar langsung mengerahkan dua unit mobil pemadam ke lokasi. "Kita sudah luncurkan dua unit, mudah-mudahan bisa segera ditangani," ucapnya.

Menurut Erwin, musim kemarau menjadi salah satu faktor yang membuat kebakaran lahan lebih mudah terjadi. Kondisi rumput dan alang-alang yang mengering membuat api cepat membesar saat muncul sumber panas.

"Hari ini kita sedang memasuki musim kemarau. Lahan-lahan banyak yang kering. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah ataupun lahan karena bisa mengakibatkan kebakaran alang-alang," jelasnya.

Baca Juga: Abdel Achrian Sesali Tak Dampingi Temon di Saat Terakhir: Saya Ngerasa Bersalah

Lebih dari 10 laporan kebakaran di Palabuhanratu

Erwin mengungkapkan, sepanjang musim kemarau ini, wilayah Palabuhanratu sudah menerima lebih dari 10 laporan kebakaran alang-alang. Beberapa kejadian terakhir terjadi di kawasan Lapang Cangehgar dan Kecamatan Simpenan.

"Kurang lebih sudah lebih dari 10 laporan kebakaran alang-alang di wilayah Palabuhanratu. Yang terakhir di Cangehgar dan Simpenan," ungkapnya.

Erwin menilai sebagian besar kebakaran lahan dipicu oleh aktivitas manusia. Bahkan, menurutnya sekitar 70 persen kasus kebakaran alang-alang diduga akibat unsur kesengajaan.

"Dampak kebakaran alang-alang ini sekitar 70 persen karena faktor kesengajaan. Kalau lahan yang tidak memiliki potensi kebakaran, hanya karena puntung rokok itu kecil kemungkinannya. Kebanyakan memang ada yang sengaja membakar," tegasnya.

Untuk menekan angka kebakaran, Erwin mengungkapkan bahwa Damkar Kabupaten Sukabumi terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui media sosial, penyebaran pamflet, sosialisasi langsung ke warga, hingga membentuk relawan kebakaran di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Anggaran Dipangkas, Perpusnas Bilang Distribusi Buku ke Daerah Kini Dihentikan

"Kami berharap pemerintah desa juga ikut membantu menyebarluaskan informasi dan mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama saat musim kemarau," pungkas Erwin.

Berita Terkait
Berita Terkini