Kerangka Manusia di Sagaranten Diautopsi: Struktur Gigi dan Tulang Pastikan Perempuan Dewasa

Sukabumiupdate.com
Rabu 15 Jul 2026, 20:31 WIB
Kerangka Manusia di Sagaranten Diautopsi: Struktur Gigi dan Tulang Pastikan Perempuan Dewasa

Kerangka mayat yang ditemukan di Kebun Jati Sagaranten tiba di RS Bhayangkara Setukpa. (Sumber : Istimewa.).

SUKABUMIUPDATE.com – Misteri penemuan kerangka manusia di kawasan perkebunan pohon jati, Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, mulai menemukan titik terang.

Tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa Kota Sukabumi memastikan kerangka tanpa identitas yang ditemukan warga itu berjenis kelamin perempuan dan telah memasuki usia dewasa.

Demi mengungkap identitas korban sekaligus penyebab kematiannya, tim dokter forensik melakukan autopsi terhadap jenazah pada Rabu (15/7/2026).

Setelah sebelumnya, kerangka mayat tersebut diterima RS Bhayangkara Setukpa dari penyidik Polsek Sagaranten pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 20.50 WIB.

Paminyan Dokpol RS Bhayangkara Setukpa, Ipda drg. Yurinda Reygita, mengatakan proses autopsi dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan dokter forensik dan dokter gigi forensik.

Baca Juga: Berjalan Sejak 2025, Program KOPI MASAL Kecamatan Cibadak Berhasil Perbaiki 26 Rutilahu

"Pada hari Senin (13/7) malam sekitar pukul 20.50 tim forensik RS Bhayangkara Setukpa menerima jenazah tanpa identitas lalu kami lakukan pemeriksaan visum luar dan dalam pada hari ini Rabu (15/7) dimulai pukul 11.00 oleh dokter forensik dan dokter gigi forensik," kata Yurinda.

Dari hasil pemeriksaan terhadap struktur tulang dan gigi, tim forensik memastikan bahwa kerangka tersebut merupakan seorang perempuan dewasa.

"Dari hasil pemeriksaan yang kami dapatkan melalui tulang-tulang jenazah kami dapatkan bahwa jenazah berjenis kelamin perempuan. Diperkuat dari dokter gigi forensik bahwa jenazah berjenis kelamin perempuan dengan rentang usia dewasa," sebut Reygita.

Meski demikian, identitas korban masih menjadi teka-teki. Kondisi jenazah yang telah mengalami pembusukan lanjut membuat proses identifikasi harus dilakukan melalui pemeriksaan ilmiah lanjutan.

Tim forensik pun mengambil sampel DNA serta jaringan untuk pemeriksaan histopatologi guna membantu proses identifikasi korban.

Baca Juga: Minim Anggaran, DKUKM Sukabumi: Dari 1.200 Koperasi, Baru Sebagian Kecil yang Dibina

"Jenazah ditemukan sudah dalam proses pembusukan, dan kami lakukan pengambilan sampel DNA serta hispatologi," bebernya.

Seluruh hasil pemeriksaan forensik selanjutnya akan diserahkan kepada penyidik Polsek Sagaranten sebagai bagian dari proses penyelidikan. Sementara itu, jenazah juga telah dipulasara dan diserahkan kembali kepada penyidik untuk penanganan lebih lanjut.

"Untuk selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan Polsek Sagaranten. Selanjutnya kami serahkan kepada penyidik. Sudah kami laksanakan pemulasaran serta sudah kami serahkan jenazah kepada penyidik," jelasnya.

Baca Juga: 142 KDKMP di Kabupaten Sukabumi Rampung 100 Persen, Ratusan Lainnya Terkendala Lahan

Hingga kini, polisi masih terus menyelidiki identitas korban maupun penyebab pasti kematiannya. Hasil pemeriksaan DNA dan analisis forensik lanjutan diharapkan dapat menjadi petunjuk penting untuk mengungkap misteri di balik penemuan kerangka manusia tersebut.

 

Berita Terkait
Berita Terkini