Rem Blong? Motor Terjun dari Jembatan 20 Meter di Sukabumi, Tiga Penumpang Selamat

Sukabumiupdate.com
Minggu 12 Jul 2026, 18:48 WIB
Rem Blong? Motor Terjun dari Jembatan 20 Meter di Sukabumi, Tiga Penumpang Selamat

Sepeda motor yang terjun ke dasar Sungai Cisureun setelah diduga mengalami rem blong saat melintasi Jembatan Gantung Cisureun, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Minggu (12/7/2026). | Foto: Warga

SUKABUMIUPDATE.com - Sepeda motor Honda Vario yang ditumpangi tiga orang terjun ke Sungai Cisureun pada Minggu (12/7/2026) sekira pukul 14.00 WIB. Kecelakaan ini terjadi saat mereka melintasi Jembatan Gantung Cisureun yang menghubungkan Dusun Kiarasapi dan Cilampahan, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.

Peristiwa bermula saat ketiga warga asal Kampung Cilampahan itu baru pulang menghadiri kondangan di Kampung Kiaralawang. Ketika melintasi jembatan dengan kondisi jalan menurun, sepeda motor yang mereka tumpangi diduga mengalami rem blong sehingga tak dapat dikendalikan dan akhirnya terjun ke dasar Sungai Cisureun setinggi sekitar 20 meter.

Ketua RT setempat, Rohman Abo, mengatakan pengendara berusia kurang lebih 17 tahun. Saat itu, ia membonceng dua saudaranya, yakni remaja perempuan berusia 12 tahun dan laki-laki berumur 11 tahun. "Pas turun dari jembatan, motornya melaju kencang, diduga remnya blong sehingga tidak bisa dikendalikan," kata dia kepada sukabumiupdate.com.

Baca Juga: Diduga Rem Blong, Sopir Truk Tewas Usai Kecelakaan di Jalan Raya Gekbrong–Sukabumi

Baca Juga: Desa di Sukabumi Kehilangan Ratusan Juta, Dilema Fiskal Koperasi Merah Putih

Menurut Rohman, sesaat sebelum sepeda motor terjun ke sungai, ketiga penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan melompat dari kendaraan. Akibat tindakan tersebut, mereka tersangkut di rumpun pohon bambu sehingga tidak ikut terjatuh ke dasar sungai. "Alhamdulillah semuanya selamat. Mereka spontan lompat dan nyangkut di pohon bambu," ujarnya.

Rohman menyebut Jembatan Gantung Cisureun memiliki panjang sekitar 40 meter dengan konstruksi besi dan beton, sedangkan lantainya papan kayu. Ketinggian jembatan hingga dasar sungai diperkirakan 20 hingga 30 meter. Ia menilai kondisi jembatan memang cukup berbahaya karena pada kedua ujungnya belum dilengkapi tanggul atau pembatas pengaman.

Selain itu, akses menuju jembatan berupa tikungan yang langsung disambung dengan turunan tajam juga berpotensi membahayakan pengguna jalan. "Dari kedua arah jembatan tidak ada tanggul pembatas, padahal posisinya tikungan dan turunan. Semoga ke depan bisa menjadi perhatian agar ada pengaman tambahan sehingga kejadian ini tidak terulang," lanjut dia.

Berita Terkait
Berita Terkini