Kisah Nia: Terjebak Macet Ekstrem di Jalur Cikidang, Anak Kelelahan Terpaksa Tidur di Selokan

Sukabumiupdate.com
Rabu 25 Mar 2026, 16:27 WIB
Kisah Nia: Terjebak Macet Ekstrem di Jalur Cikidang, Anak Kelelahan Terpaksa Tidur di Selokan

Potret pemudik yang terjebak macet di Jalur Cikidang, Sukabumi di momen mudik lebaran tahun 2026. (Sumber: Dok Warga)

SUKABUMIUPDATE.com - Perjalanan mudik yang seharusnya menjadi momen menyenangkan berubah menjadi pengalaman melelahkan bagi Nia (33), warga Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Ia bersama suami dan anaknya harus terjebak kemacetan parah di jalur Cikidang hingga belasan jam.

Nia menuturkan, peristiwa itu terjadi saat dirinya hendak pulang dari rumah mertuanya di Simpenan menuju Parungkuda pada Senin (23/3/2026). Ia berangkat sekitar pukul 15.30 WIB dan memilih melintasi jalur Cikidang melalui depan Pengadilan Palabuhanratu.

Namun, belum jauh perjalanan, kemacetan sudah mulai terasa. Sekitar pukul 16.00 hingga 16.30 WIB, kendaraan hanya bisa bergerak perlahan. Ia sempat berharap kondisi akan membaik di depan, tetapi situasi justru semakin parah.

“Mulai masuk Cikidang via depan pengadilan udah macet banget, jalan sedikit-sedikit,” ujar Nia kepada sukabumiupdate.com pada Rabu (25/3/2026).

Baca Juga: Arus Balik Diprediksi Padat, Jalur Fungsional Bocimi Kembali Digunakan dengan Pengaturan Waktu

Puncak kemacetan terjadi saat ia tiba di kawasan Tanjakan Bilik sekitar pukul 19.00 WIB. Di lokasi tersebut, kendaraan bahkan tidak bisa bergerak sama sekali. Motor yang digunakan suaminya pun mengalami overheat hingga mengeluarkan asap.

“Di tanjakan bilik jam 7 malam itu udah bener-bener ga gerak, bahkan motor suami sudah overheat ngebul,” katanya.

Atas saran pengendara lain, mereka terpaksa menepi untuk menghindari kerusakan lebih parah. Kondisi di lokasi pun cukup memprihatinkan. Jalan gelap karena minim penerangan, ditambah gerimis yang turun membuat suasana semakin tidak nyaman.

Nia mengungkapkan, banyak kendaraan lain yang mengalami nasib serupa. Sejumlah mobil mogok hingga harus didorong, sementara bau kampas rem tercium akibat kendaraan yang dipaksa menanjak dalam kondisi macet.

Baca Juga: Diduga Gagal Nyalip, Mobil L300 Hantam Pembatas Jalan hingga Terbalik di Flyover Jalur Lingsel

Keterbatasan fasilitas di lokasi juga menjadi tantangan tersendiri. Ia menyebut hanya ada satu warung di sekitar lokasi, dan persediaan makanan serta minuman cepat habis diserbu pengendara.

“Jam 9 malam mau cari aqua botol juga sudah habis, yang lewat cuma tukang kopi, itu juga sisa sedikit karena banyak yang beli,” tuturnya.

Meski tersedia kamar mandi, kondisi air sangat terbatas. Nia bahkan harus meminta bantuan warga sekitar untuk numpang ke kamar kecil di rumah penduduk.

Ia yang saat itu bersama suami dan anak laki-lakinya yang berusia 5 tahun, harus bertahan di tengah kemacetan ekstrim. Karena kelelahan, mereka terpaksa beristirahat di pinggir jalan.

“Saking lamanya macet sampai saya tidur di trotoar, anak saya tidur di selokan karena ngantuk kecapean,” ungkapnya.

Sekitar pukul 23.00 WIB, kendaraan mulai bergerak perlahan setelah ada pengaturan dari warga sekitar. Namun kondisi belum sepenuhnya pulih. Baru pada pukul 01.00 WIB dini hari, penerangan jalan kembali menyala dan petugas kepolisian mulai terlihat di lokasi.

Baca Juga: Tabrakan Beruntun di Exit Tol Parungkuda, Toyota Calya Oleng hingga Terbalik

Menjelang subuh, sekitar pukul 03.30 WIB, petugas kepolisian menyarankan pengendara untuk memutar balik karena kondisi di jalur depan masih padat dan banyak kendaraan mogok.

“Polisi bilang mending puter balik, jangan nunggu lewat sini, karena di depan banyak mobil mogok,” kata Nia.

Akhirnya, ia bersama keluarga memutuskan untuk berbalik arah dan mengambil jalur alternatif yang lebih landai. Meski harus menempuh jarak lebih jauh, perjalanan mereka relatif lancar.

Nia dan keluarga berangkat kembali sekitar pukul 04.00 WIB dan tiba di Parungkuda pada pukul 08.00 WIB dalam kondisi selamat.

Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi Nia dan diharapkan juga bagi para pemudik lainnya untuk lebih mempersiapkan perjalanan serta mempertimbangkan kondisi jalur yang akan dilalui, terutama saat momen arus mudik dan balik Lebaran.

Berita Terkait
Berita Terkini