SUKABUMIUPDATE.com – Aparat gabungan lintas instansi memperketat pengawasan di perairan selatan Kabupaten Sukabumi guna mengantisipasi celah penyelundupan imigran ilegal ke Australia melalui rute laut Palabuhanratu dan potensi kejahatan lintas negara. Langkah antisipatif ini diwujudkan melalui operasi laut yang dipimpin oleh Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi pada Kamis (9/7/2026).
Selama kurang lebih enam jam, tim gabungan yang terdiri dari TNI AL, TNI AD, Polairud, BIN, BNN, Kesbangpol, Karantina Kesehatan, Syahbandar, dan instansi terkait lainnya, menyisir wilayah perairan Palabuhanratu guna memeriksa ketat aktivitas kapal-kapal yang tengah beroperasi di tengah laut.
Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi, Torang Pardosi, mengatakan operasi tersebut merupakan langkah pencegahan terhadap berbagai potensi kejahatan lintas negara, mulai dari penyelundupan imigran ilegal hingga tindak pidana lainnya yang memanfaatkan jalur laut.
Baca Juga: Termasuk Jagorawi dan Padaleunyi: 52 Jalan Tol Diusulkan Naik Tarif
"Operasi ini merupakan bentuk sinergi antarinstansi. Masing-masing memiliki kewenangan sesuai tugasnya, sehingga pengawasan dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi keimigrasian," kata Torang, kepada Sukabumiupdate.com.
Dalam patroli tersebut, kata Torang, petugas memeriksa sejumlah kapal yang tengah beroperasi maupun yang sedang menunggu muatan. Salah satunya kapal penangkap ikan yang diawaki sekitar 30 orang.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh kru merupakan warga negara Indonesia asal Cilacap. Mereka sudah sekitar empat hari berada di laut dan masih menunggu cuaca membaik sebelum kembali berlayar. Tidak ditemukan adanya warga negara asing di kapal tersebut," ujarnya.
Baca Juga: Tilly Norwood, Aktor AI Pertama di Dunia akan Debut di Film Layar Lebar Misaligned
Menurut Torang, kehadiran aparat di laut bertujuan memberikan efek pencegahan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan perairan Sukabumi sebagai jalur penyelundupan manusia maupun aktivitas ilegal lainnya.
"Kami ingin hadir sebelum terjadi pelanggaran. Harapannya, siapa pun yang berniat melakukan tindak kejahatan akan mengurungkan niatnya karena mengetahui adanya pengawasan rutin dari aparat," tegasnya.
Ia mengungkapkan, perairan Palabuhanratu menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus karena pernah digunakan sebagai titik keberangkatan imigran ilegal menuju Australia melalui Christmas Island.
Baca Juga: Bansos PKH BNPT Cair Mulai 20 Juli, Wargi Sukabumi Yuk Cek Disini Cuma Pakai NIK KTP
"Kasus-kasus sebelumnya menjadi pelajaran bagi kami. Karena itu, pengawasan di wilayah ini harus diperkuat agar tidak kembali dimanfaatkan sebagai jalur penyelundupan imigran ilegal," ungkap Torang.




