Sungai Keruh, Warga Neglasari Sukabumi Geruduk Tambang Emas: Kami Butuh Air Saat Kemarau

Sukabumiupdate.com
Kamis 25 Jun 2026, 11:13 WIB
Sungai Keruh, Warga Neglasari Sukabumi Geruduk Tambang Emas: Kami Butuh Air Saat Kemarau

Warga geruduk tambang emas ilegal sungai cikaso Sukabumi (Sumber: dok warga)

SUKABUMIUPDATE.com – Kekesalan warga Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, terhadap aktivitas penambangan emas di sekitar bantaran Sungai Cikaso memuncak. Kamis malam (25/6/2026), sejumlah warga mendatangi lokasi penambangan di Kampung Cadasngampar untuk menyampaikan keluhan terkait kondisi air sungai yang kembali keruh di tengah musim kemarau.

Warga mengaku selama ini sangat bergantung pada aliran Sungai Cikaso untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama saat debit air sumur mulai berkurang akibat kemarau. Namun, kondisi air sungai yang terus keruh membuat warga kesulitan memanfaatkannya untuk mandi, mencuci, maupun kebutuhan rumah tangga lainnya.

Pegiat lingkungan Sungai Lestari, Adi Rustaman, mengatakan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan diduga berkaitan dengan aktivitas penambangan emas yang dilakukan di sekitar bantaran sungai.

Baca Juga: Truk Fuso Terguling hingga Tutup Total Jalur Cisolok–Bayah, Sopir Alami Patah Kaki

“Biasanya kalau musim kemarau air Sungai Cikaso itu bersih dan jernih. Namun sekarang kondisinya terus keruh. Ada sekitar empat titik kegiatan penambangan yang menggunakan mesin sedot atau ngaguguntur di sekitar bantaran sungai,” ujar Adi kepada sukabumiupdate.com.

Menurutnya, warga sebenarnya tidak menolak aktivitas masyarakat yang mencari nafkah. Namun, pada musim kemarau saat kebutuhan air bersih meningkat, masyarakat berharap para penambang dapat menghentikan sementara kegiatannya demi kepentingan bersama.

“Sekarang musim kemarau, beberapa sumur warga mulai berkurang debit airnya. Jadi banyak yang kembali memanfaatkan air sungai. Tapi air Sungai Cikaso keruh terus sehingga sulit digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Warga meminta pengertiannya agar selama musim kemarau aktivitas penambangan dihentikan sementara,” katanya.

Baca Juga: Bayinya Meninggal di Usia 29 Hari, Perempuan Sukabumi Mengaku Ditelantarkan

Adi menambahkan, air Sungai Cikaso memiliki peran penting bagi masyarakat sekitar. Selain digunakan untuk mandi dan mencuci, sungai tersebut menjadi alternatif sumber air ketika pasokan dari sumur rumah tangga berkurang.

Karena itu, warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan pengecekan serta pengawasan terhadap aktivitas penambangan yang diduga menjadi penyebab keruhnya aliran Sungai Cikaso.

“Kami berharap ada tindakan dari pemerintah atau instansi terkait agar kondisi sungai bisa kembali normal dan tidak merugikan masyarakat yang bergantung pada air sungai,” pungkasnya.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini