SUKABUMIUPDATE.com – Sejumlah nelayan Palangpang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, menyuarakan aspirasi mereka terkait kebijakan penangkapan benih bening lobster (BBL) atau baby lobster yang diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 5 Tahun 2026.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam aksi yang digelar di depan Kampung Nelayan Merah Putih atau Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palangpang, Sabtu (20/6/2026). Para nelayan meminta pemerintah pusat segera merevisi regulasi tersebut karena dinilai belum memberikan manfaat nyata bagi nelayan kecil.
Tokoh nelayan Palangpang, Warna, mengatakan bahwa selama ini nelayan di wilayah Ciwaru sangat bergantung pada hasil tangkapan baby lobster, terutama saat musim paceklik ketika hasil tangkapan ikan menurun drastis.
"Kami nelayan Ciwaru yang selama ini menggantungkan tangkapan baby lobster sebagai tangkapan utama saat musim paceklik ikan. Kami mendesak Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk merevisi Permen KP Nomor 5 Tahun 2026 karena tidak memberikan manfaat kepada nelayan kecil seperti kami," ujar Warna kepada sukabumiupdate.com.
Baca Juga: 13 Kades Sukabumi Minta Bonus Produksi Geothermal Salak untuk Desa Naik Jadi 70 Persen
Selain meminta revisi regulasi, para nelayan juga mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar segera mengeluarkan kuota penangkapan baby lobster. Menurut mereka, kuota tersebut sangat dibutuhkan untuk menopang perekonomian nelayan yang tengah menghadapi kondisi sulit.
"Kami juga meminta kepada pemerintah provinsi agar segera mengeluarkan kuota penangkapan baby lobster karena itu sangat dibutuhkan oleh nelayan. Selain itu, kami mohon aturan terkait penangkapan maupun pengiriman dapat dipermudah," katanya.
Warna mengungkapkan, saat ini para nelayan tengah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari minimnya hasil tangkapan ikan hingga kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak langsung terhadap biaya operasional melaut.
"Saat ini kami sedang diuji. Ikan sedang tidak ada, BBM mahal. Kondisi ini sangat memberatkan nelayan kecil," ungkapnya.
Baca Juga: 18 Kata-kata Bijak Bos Saep Preman Pensiun yang Kadang Absurd dan Bikin Ngakak
Melalui aksi tersebut, para nelayan berharap pemerintah dapat mendengar dan mengakomodasi aspirasi mereka agar keberlangsungan usaha nelayan kecil tetap terjaga.
"Semoga keinginan kami sebagai nelayan kecil bisa diakomodir oleh pemerintah. Kami hanya ingin tetap bisa bekerja dan menghidupi keluarga dari hasil laut," pungkas Warna.






