Tebing Cipeucang Longsor, Jalur Wisata Mareleng–Palangpang Sukabumi Terputus

Sukabumiupdate.com
Minggu 24 Mei 2026, 21:44 WIB
Tebing Cipeucang Longsor, Jalur Wisata Mareleng–Palangpang Sukabumi Terputus

Tebing Cipeucang longsor putus akses dari Pajampangan ke Pantai Palangpang Geopark Ciletuh Sukabumi pada Minggu (24/5/2026). (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Hujan deras yang mengguyur kawasan Pajampangan sejak sore hingga malam hari memicu bencana tanah longsor berskala besar. Tebing di kawasan hutan lindung Cipeucang dilaporkan ambrol dan menutup total badan Jalan Raya Provinsi ruas Mareleng–Tamanjaya–Palangpang KM 208+800, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Minggu (24/5/2026) malam.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB tersebut membuat akses transportasi penghubung antarwilayah sekaligus jalur wisata dunia menuju Geopark Ciletuh ini putus total. Kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak bisa melintas akibat tumpukan material yang sangat tebal.

Material Longsor Tutup Jalan 30 Meter, Butuh Alat Berat

Mandor Jalan Pengawas Provinsi, Edi, membenarkan adanya petaka longsor yang memutus urat nadi transportasi di wilayah Ciemas tersebut. Menurutnya, pembersihan tidak bisa dilakukan secara manual karena volume material longsoran yang sangat masif.

“Longsor terjadi sekitar pukul 19.00 WIB akibat dipicu hujan lebat yang turun tanpa henti sejak sore hari. Material longsoran berupa tanah pekat dan bongkahan batu besar menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 30 meter. Kondisinya cukup besar, sehingga mutlak membutuhkan alat berat untuk proses evakuasi,” ujar Edi kepada sukabumiupdate.com Minggu malam.

Baca Juga: Longsor dan Banjir Terjang Simpenan Sukabumi, Akses Geopark Ciletuh Terganggu

Edi menambahkan, karakter geografis di sepanjang Tanjakan Cipeucang ini memang masuk dalam zona merah rawan pergerakan tanah ekstrem, terutama saat intensitas curah hujan melonjak tinggi.

“Kondisi tebingan di jalur ini memang sangat rawan longsor saat hujan tinggi, terlebih posisinya berada tepat di area perbukitan curam dan kawasan hutan lindung,” jelasnya.

Petugas Siaga di Lokasi, Antisipasi Longsor Susulan

Hingga Minggu malam, personel dari dinas terkait dibantu warga setempat dan relawan kebencanaan masih terus bersiaga di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Mereka berupaya melakukan penanganan awal dan memasang tanda peringatan darurat sembari menunggu tibanya alat berat di lokasi bencana.

Para pengguna jalan yang hendak menuju atau keluar dari arah Palangpang (Geopark Ciletuh) melalui jalur Mareleng–Tamanjaya diimbau keras untuk mencari rute alternatif lain atau memutar arah demi keselamatan.

Masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan penuh, mengingat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dilaporkan masih mengguyur sebagian besar wilayah hulu Pajampangan, yang berpotensi tinggi memicu terjadinya longsor susulan yang berbahaya di kegelapan malam.

Berita Terkait
Berita Terkini