Penjelasan Pengendara CBR, Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Saat Nyebrang di Jalur Lingsel Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Sabtu 06 Jun 2026, 18:15 WIB
Penjelasan Pengendara CBR, Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Saat Nyebrang di Jalur Lingsel Sukabumi

Olah TKP pejalan kaki korban kecelakaan di Jalan Raya Jalur Lingkar Selatan meninggal dunia. (Sumber : Istimewa.)

SUKABUMIUPDATE.com - RF (22), pengendara sepeda motor Honda CBR yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas maut di Jalan Lingkar Selatan (Lingsel), Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, menyampaikan penjelasan terkait peristiwa yang menewaskan seorang pejalan kaki pada Jumat (5/6/2026).

Melalui keterangan yang diterima sukabumiupdate.com, RF terlebih dahulu menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia mengaku sangat berduka atas meninggalnya perempuan yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.

"Saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhumah. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa beliau, menerima amal ibadahnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya," ujar RF kepada sukabumiupdate.com melalui sambungan WhatsApp, Sabtu (6/6/2026).

Dalam penjelasannya, RF menuturkan bahwa saat kejadian sekitar pukul 10.35 WIB dirinya tengah melaju di Jalur Lingkar Selatan dengan posisi beriringan dengan sebuah kendaraan besar yang berada di sebelah kiri. Ia menegaskan saat itu tidak sedang menyalip kendaraan tersebut.

Menurut RF, korban tiba-tiba muncul di jalur yang dilaluinya setelah menyeberang dari arah kiri menuju kanan jalan.

"Ketika korban berlari untuk menyeberang jalan dari arah kiri menuju ke arah kanan, korban terlebih dahulu melewati bagian depan mobil besar yang berada di sebelah kiri saya. Setelah melewati kendaraan tersebut, korban langsung berada di jalur yang saya lalui dan tepat di hadapan saya. Karena jarak yang sangat dekat, saya terkejut dan tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar maupun melakukan pengereman secara maksimal sehingga tabrakan tidak dapat dihindarkan," tuturnya.

Baca Juga: Cedera Kepala Berat, Pejalan Kaki yang Meninggal Dunia Tertabrak Motor di Jalur Lingsel

Akibat benturan tersebut, RF juga mengalami sejumlah luka. Ia mengaku sempat kehilangan orientasi sesaat setelah terjatuh dari sepeda motornya.

"Setelah kejadian tersebut, ingatan terakhir yang saya rasakan adalah kepala saya membentur trotoar. Kaki dan sebagian tubuh saya juga sempat terjepit sesaat sebelum motor yang saya kendarai bergesekan dan terseret beberapa meter ke depan," katanya.

RF bersyukur masih menggunakan helm saat berkendara sehingga kepalanya tetap terlindungi meski helm yang dikenakannya mengalami kerusakan akibat benturan keras.

Meski terluka, RF mengaku masih dalam keadaan sadar dan meminta bantuan warga sekitar untuk memindahkannya ke area yang lebih aman. Saat itu ia juga berusaha menghubungi keluarganya, namun telepon genggam yang dibawanya dalam kondisi mati karena kehabisan daya.

Ia menuturkan, tidak lama setelah kejadian dirinya sempat berkomunikasi dengan keluarga korban dan menjelaskan bahwa insiden tersebut merupakan musibah yang tidak disengaja. Selanjutnya, ia bersama korban dibawa ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk mendapatkan penanganan medis.

Di rumah sakit, RF menjalani sejumlah tindakan medis, termasuk penanganan luka robek pada mata kaki kanan yang memerlukan jahitan. Selain itu, ia juga mengalami nyeri pada bagian dada, tangan, pinggang, hingga leher akibat benturan saat kecelakaan.

Saat ini, RF mengaku telah diperbolehkan pulang ke rumah, namun masih merasakan dampak fisik dari kejadian tersebut.

"Saat ini kondisi saya masih terkapar karena baru terasa sekarang bekas kemarin. Alhamdulillah masih diberi kesadaran dan sudah pulang ke rumah," ungkapnya.

Baca Juga: Curug Sanghyang Taraje, Air Terjun "Tangga Kahyangan" yang Eksotis di Pedalaman Garut

Lebih lanjut, RF mengatakan pihak keluarganya telah menjalin komunikasi dengan keluarga korban. Menurutnya, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

Ia juga mengaku telah mendatangi rumah duka bersama keluarga untuk menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Alhamdulillah, pihak keluarga korban menerima dan memahami bahwa musibah ini merupakan takdir Allah SWT yang tidak diinginkan oleh siapa pun," ujarnya.

RF menambahkan, keluarganya berkomitmen membantu pelaksanaan tahlilan dan doa bersama sesuai kemampuan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan penghormatan kepada almarhumah.

Sementara itu, kendaraan yang dikendarainya saat kejadian masih diamankan oleh pihak kepolisian. Proses penanganan dan penyelidikan kecelakaan tersebut masih berlangsung.

Berita Terkait
Berita Terkini