SUKABUMIUPDATE.com - Ada pemandangan berbeda pada salah satu angkot trayek 09 jurusan Cibadak-Cicurug di Kabupaten Sukabumi. Setiap hari Jumat, angkot bernomor polisi F 1913 TI ini membebaskan biaya tarif alias menggratiskan ongkos bagi seluruh penumpangnya.
Aksi sosial bertajuk program "Jumat Berkah" ini diinisiasi langsung oleh sang pemilik angkot, Ari Purnama (44 tahun). Pria yang akrab disapa Ari Huan ini sengaja menggratiskan armadanya tersebut sebagai bentuk nyata untuk berbagi rezeki dan membantu sesama masyarakat.
Program inspiratif ini rupanya telah berjalan konsisten sejak sebelum Ramadan 2026. Untuk menandai layanannya, sebuah stiker besar bertuliskan "Jumat Berkah" ditempel di bagian pintu penumpang angkot, memberi tahu masyarakat bahwa mereka bisa naik angkot tersebut tanpa dipungut biaya sepeser pun setiap hari Jumat.
Kepada sukabumiupdate.com, Ari Huan menceritakan bahwa ide mulia ini muncul karena dirinya terinspirasi oleh sosok Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
"Kenapa saya bikin program Jumat Berkah? Saya sangat kagum dengan Pak KDM (Kang Dedi Mulyadi). Saya mengikuti perjalanan beliau dan salah satu hal yang saya ikuti saat ini adalah berbagi rezeki kepada masyarakat tanpa pandang bulu," kata Ari Huan, Jumat (29/5/2026).
Baca Juga: Curhat Isi BBM Diduga Curang Ada Selisih Pembayaran, Ini Kata Pengawas SPBU Cimaja
Bagi Ari, menggratiskan tarif angkot di hari Jumat adalah wujud rasa syukur atas kelancaran rezeki yang ia terima selama ini. Ia ingin meringankan sedikit beban masyarakat yang masih setia mengandalkan transportasi umum di jalur Cibadak-Cicurug.
Setiap hari Jumat, angkot 09 F 1913 TI milik Ari Huan mulai menyusuri aspal dari Terminal Cibadak sejak pukul 05.30 WIB. Layanan gratis tanpa syarat ini melayani rute penuh dari Terminal Cibadak hingga kawasan Benda, Kecamatan Cicurug.
"Kalau penumpangnya masih ada, ya kita terus jalan sampai sekitar jam lima atau enam sore," ujarnya.
Ari Huan memastikan, seluruh penumpang yang naik angkot tersebut pada hari Jumat tidak dikenakan biaya apa pun. Rute yang dilayani meliputi perjalanan dari Terminal Cibadak hingga kawasan Benda, Kecamatan Cicurug.
"Enggak ada syarat apa pun. Kita lakukan ikhlas untuk berbagi," ucapnya.
Di tengah kesibukannya, Ari terkadang memilih turun langsung menarik kemudi dan membawa angkot F 1913 TI tersebut sendirian. Dari balik kemudi itulah, ia sering menyaksikan momen-momen humanis yang menyentuh hati.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah respons hangat dari para pelajar Sukabumi yang menumpang angkotnya di pagi hari.
"Kadang-kadang anak-anak sekolah ramai-ramai mendoakan saya. Saya tinggal mengaminkan saja di dalam angkot. Itu yang paling berkesan buat saya," kenang Ari.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Penginapan di Kaki Gunung Gede Pangrango Sukabumi, Suasananya Sejuk dan Asri
Apabila hari itu angkot dikemudikan oleh sopir batangan (sopir pengganti), Ari sudah menyiapkan anggaran khusus sebesar Rp100 ribu untuk upah harian sopir dan Rp200 ribu untuk uang bahan bakar.
Dari total delapan unit armada angkot trayek 09 miliknya, saat ini baru satu unit (plat F 1913 TI) yang didedikasikan untuk program Jumat Berkah. Kendati demikian, ia memendam mimpi besar agar gerakan baik ini dapat diperluas ke armada-armada lain yang dimilikinya.
"Saat ini baru satu unit. Saya punya delapan unit. Mudah-mudahan kalau responsnya baik dan ada rezekinya, ke depan bisa ikut digratiskan semuanya," harap Ari.
Melalui program tersebut, Ari Huan menegaskan tidak memiliki pamrih atau harapan muluk-muluk dari program ini, selain ketulusan doa bagi orang-orang tercinta di hidupnya.
"Saya cuma ingin doa yang terbaik buat saya, keluarga saya, terutama untuk ibu saya," pungkasnya.





