SUKABUMIUPDATE.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disalurkan kepada siswa di berbagai daerah setelah sempat dihentikan selama masa libur sekolah sekitar dua pekan terakhir.
Bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan peningkatan kualitas gizi menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program tersebut.
Hal itu disampaikan Wakil Kepala BGN Trenggono saat meninjau pelaksanaan Program MBG di beberapa sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Jakarta Pusat pada Senin (14/7/2026).
Trenggono memastikan seluruh tahapan program berjalan sesuai standar, mulai dari kualitas menu, keamanan pangan, hingga distribusi makanan kepada para penerima manfaat.
"Program Makan Bergizi Gratis harus menjadi penggerak ekosistem pangan di daerah. Kita perlu memanfaatkan buah-buahan lokal yang kualitasnya yang berkualitas, mengurangi ketergantungan pada bahan baku produksi pabrikan, serta mengutamakan pasokan dari UMKM," ujar Trenggono dikutip dari laman resmi BGN, Selasa (15/7/2026).
Baca Juga: Lahan Dipakai KDMP, Bupati Sukabumi Pastikan RSUD Sukalarang Tetap Akan Dibangun
Ia menegaskan, manfaat Program MBG tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan petani, pelaku UMKM, dan penyedia bahan pangan lokal.
Selain itu, BGN meminta agar menu makanan yang disajikan kepada siswa tetap mengandung protein hewani secara konsisten. Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketersediaan daging sebagai sumber protein dalam menu harian.
"Kami ingin memastikan setiap anak memperoleh asupan gizi yang lengkap dan seimbang. Karena itu, menu berbahan protein hewani, termasuk daging, perlu diupayakan tersedia secara berkesinambungan dengan tetap memperhatikan standar keamanan pangan, kecukupan gizi, dan ketersediaan bahan baku di masing-masing daerah," jelasnya.
Baca Juga: Kejagung Resmi Setop Pengumpulan Data Program Makan Bergizi Gratis di Daerah
Trenggono menambahkan, kualitas gizi tetap menjadi prioritas utama dalam Program MBG karena berperan penting dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan kemampuan belajar anak usia sekolah.
Untuk menjaga kualitas pelaksanaan program, BGN juga memberikan sejumlah arahan kepada pengelola SPPG dan mitra pelaksana. Mereka diminta aktif melakukan pendampingan saat monitoring, membangun komunikasi rutin dengan pihak sekolah, serta menghimpun masukan dari kepala sekolah, guru, siswa, dan penerima manfaat lainnya.
Masukan tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan menu dan peningkatan kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.
Dengan kembali bergulirnya Program MBG setelah libur sekolah, Trenggono berharap kebutuhan gizi siswa dapat terpenuhi secara optimal sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal melalui pemanfaatan produk pangan daerah dan keterlibatan pelaku usaha setempat.









