Angkot Beroperasi Lagi, Jalur Utara Kian Ramai: Polisi Andalkan One Way

Sukabumiupdate.com
Rabu 25 Mar 2026, 21:08 WIB
Angkot Beroperasi Lagi, Jalur Utara Kian Ramai: Polisi Andalkan One Way

Sejumlah kendaraan seperti angkot tampak terjebak kemacetan di jalur utara pada Rabu (25/3/2026). (Sumber : Tangkapan layar video warga).

SUKABUMIUPDATE.com - Arus lalu lintas di jalur Sukabumi utara masih terpantau ramai oleh kendaraan, pada Rabu (25/3/2026). Kemacetan pun tidak terhindarkan, terutama di wilayah Kecamatan Cibadak.

Selain kendaraan pribadi, angkutan kota yang sebelumnya diliburkan kini mulai kembali beroperasi. Diketahui, sejumlah angkutan umum sempat tidak beroperasi setelah menerima kompensasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp200 ribu per hari terhitung pada tanggal 23, 24, dan 29 Maret 2026.

Kembalinya operasional angkutan umum turut menambah kepadatan arus di jalur tersebut. Di sisi lain, aktivitas industri juga mulai berjalan, termasuk beberapa pabrik di wilayah Cibadak yang sudah kembali beroperasi.

Baca Juga: 6 Komponen Mobil yang Perlu Dicek Setelah Mudik Lebaran, Jangan Sampai Terlewat

Kondisi ini membuat pergerakan kendaraan di jalur utara Sukabumi masih tinggi. Arus kendaraan dari wisatawan yang datang maupun yang kembali melakukan arus balik terpantau masih cukup seimbang.

Salah seorang pengendara mobil ekspedisi, Agil, mengaku mengalami kemacetan saat melintas di jalur tersebut pada sore hari sekitar pukul 16.22 WIB. Ia bahkan membagikan rekaman video kondisi lalu lintas yang dihadapinya.

“Macet parah, dari Kota Sukabumi menuju Cicurug sudah satu jam tidak jalan di Sekarwangi,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Rabu (25/03/2026).

Baca Juga: Update Harga BBM Pertamina per 25 Maret 2026 di Jabar dan Banten

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Abdurrohman Hidayat, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas selama Operasi Ketupat Lodaya 2026.

Ia menjelaskan, Satlantas menyiapkan tim urai yang melakukan patroli rutin di sepanjang jalur utara dan selatan untuk mengantisipasi hambatan di jalan, seperti kendaraan mogok atau parkir di bahu jalan.

“Tim ini memastikan tidak ada hambatan yang dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas,” ujarnya.

Selain itu, personel juga ditempatkan di titik-titik persimpangan yang rawan kepadatan di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga: Sopir Luka Ringan, Kronologi L300 Hilang Kendali dan Terguling di Flyover Lingsel

Dalam penanganan arus lalu lintas, pihak kepolisian juga menerapkan sejumlah rekayasa, seperti contra flow, buka tutup jalur dan sistem satu arah (one way).

“Untuk jalur utara, kami melaksanakan one way. Selain itu juga buka tutup di Simpang Cikidang untuk mengurai arus dari Gate Tol Parungkuda menuju Simpang Ratu,” katanya.

Ia menyebut, penerapan one way dinilai cukup efektif untuk mengurai kepadatan kendaraan.

“Sekali one way, bisa menarik sekitar 1.500 hingga 2.000 kendaraan yang mengarah ke Gate Tol Parungkuda,” jelasnya.

Sementara untuk arah sebaliknya, rekayasa yang dilakukan lebih banyak berupa buka tutup jalur dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.

Baca Juga: Warga Tegalbuleud Manfaatkan Libur Lebaran dengan Gotong Royong Perbaiki Jalan

Selama operasi berlangsung, rekayasa one way tercatat telah dilakukan lebih dari 10 kali, terutama untuk mengurai kepadatan dari Simpang Ratu menuju Gate Tol Parungkuda.

Ia menuturkan, peningkatan volume kendaraan pada tahun ini cukup terasa dibandingkan tahun sebelumnya, baik di jalur arteri maupun jalur nasional di wilayah Sukabumi.

“Untuk arus balik, kami melihat gelombang pertama puncaknya Selasa (24/3), karena volume kendaraan sudah cukup padat,” pungkasnya.

 

Berita Terkait
Berita Terkini