Masjid Cisayar Nyalindung Belum Rampung Sejak 2022 karena Covid-19? Ini Penjelasan Pemda dan MUI

Sukabumiupdate.com
Rabu 13 Mei 2026, 14:19 WIB
Masjid Cisayar Nyalindung Belum Rampung Sejak 2022 karena Covid-19? Ini Penjelasan Pemda dan MUI

Dibangun sejak 2022, Masjid Cisayar di Nyalindung Kabupaten Sukabumi belum juga rampung (Sumber: dok warga)

SUKABUMIUPDATE.com - Pembangunan Masjid di Kampung Cisayar RT 007/RW 008, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi menuai sorotan publik. Masjid ini dibangun menggunakan anggaran pemerintah daerah sejak tahun 2022, namun hingga saat ini, Mei 2026 belum juga rampung.

Tak hanya pembangunan yang tidak tuntas, tempat ibadah yang berada di pinggir jalan provinsi Sukabumi - Sagaranten tersebut hingga kini belum dapat digunakan masyarakat. Pembangunan Masjid Al Afghani tersebut mulai berlangsung sejak tahun 2022, menggunakan dana Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Sukabumi.

Mengutip data sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Sukabumi. Pembangunan masjid tersebut masuk dalam program paket proyek bernama Pembangunan Masjid Cisayar (Lanjutan) di bawah satuan kerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sukabumi. Dicantumkan pagu anggaran sekitar Rp1,8 miliar bersumber dari APBD 2022.

Baca Juga: Desa Purwasari & Kalapanunggal Jadi Role Model Smart Village Kemendagri, Ini Kata DPMD Sukabumi

Masjid itu berdiri di atas lahan hibah milik keluarga mantan Bupati Sukabumi dengan luas keseluruhan sekitar 3.000 meter persegi, sementara area bangunan masjid mencapai sekitar 1.500 meter persegi. Warga setempat juga heran karena hingga saat ini bangunan masjid belum juga selesai, padahal ada bantuan dari pemda dan peletakan batu pertama saat itu dilakukan oleh Bupati Sukabumi Marwan Hamami. 

“Bangunannya sudah lama berdiri, tapi sampai sekarang belum selesai apalagi digunakan untuk kegiatan ibadah. Karena posisinya di pinggir jalan raya, jadi banyak warga yang mempertanyakan,” ujar warga.

Warga lainnya menyebut proyek tersebut sempat menjadi perhatian masyarakat karena pembangunan terlihat berhenti cukup lama. “Kalau tidak salah nama masjidnya Al Afghani. Sayang kalau dibiarkan lama belum selesai,” katanya.

Baca Juga: Jelang Piala Asia 2027, John Herdman Bakal Tambah Lima Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia

Jawaban MUI dan Pemda

Ketua MUI Kecamatan Nyalindung, Aliyudin Subadri saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui secara detail terkait anggaran pembangunan masjid tersebut.

“Kalau kaitan anggarannya saya kurang tahu, karena saat pembangunan saya belum menjabat Ketua MUI Nyalindung. Memang kelihatannya belum selesai, posisinya di pinggir jalan jadi setiap lewat pasti kelihatan,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Rabu (13/5/2026).

Menurut Aliyudin, pengelolaan masjid tersebut berada di bawah yayasan. “Itu pengelolanya yayasan pembangunan masjid jami. Kalau masjid besar sudah ada, bahkan tidak jauh dari sana sekitar 200 meter juga ada masjid jami,” tambahnya.

Baca Juga: Belajar dari Tragedi Dukono: Pentingnya Membangun Fondasi Literasi Vulkanologi

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi mengatakan pembangunan masjid tersebut memang menggunakan anggaran APBD tahun 2022. Namun dirinya mengaku perlu mengecek kembali nilai anggarannya karena proyek tersebut sudah berjalan sebelum dirinya menjabat sebagai kepala dinas.

“Jadi itu bukan mangkrak, karena saat itu kondisi anggaran terkena refocusing akibat Covid-19. Tahun ini akan dituntaskan,” singkat Sendi saat dikonfirmasi Sukabumiupdate.com. Rabu, (13/5/2026)

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini