Debu Proyek Tol Bocimi Kepung Jalur Cibadak, Warga dan Pengendara Protes Penanganan Minim

Sukabumiupdate.com
Senin 13 Apr 2026, 16:04 WIB
Debu Proyek Tol Bocimi Kepung Jalur Cibadak, Warga dan Pengendara Protes Penanganan Minim

Aktivitas truk pengangkut material proyek Tol Bocimi Seksi 3 melintas di wilayah Cibadak, Kabupaten Sukabumi, menimbulkan debu tebal, Senin (13/4/2026). (Sumber Foto: SU/Ibnu)

SUKABUMIUPDATE.com - Aktivitas kendaraan berat pengangkut tanah proyek Tol Bocimi Seksi 3 di wilayah Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, memicu keluhan warga. Pasca libur Lebaran, polusi debu di sepanjang Jalan Nasional Sukabumi-Bogor tersebut dinilai semakin parah dan membahayakan kesehatan serta keselamatan pengguna jalan.

Rahman (47), warga Desa Karangtengah, mengaku sangat terdampak oleh polusi udara ini. Menurutnya, intensitas pengangkutan tanah meningkat drastis dalam dua hari terakhir sejak proyek kembali beroperasi normal.

“Kalau cuaca panas, abis Lebaran ini dari dua hari terakhir saja sudah mulai pengangkutan lagi. Yang awal pertama kan sudah lewat, sekarang yang abis Lebaran ini parahnya dari minggu kemarin,” ujar Rahman kepada sukabumiupdate.com, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, sebelumnya kondisi tidak separah sekarang. Faktor cuaca disebut turut mempengaruhi, di mana panas disertai gerimis tidak cukup meredam debu di jalan.

“Kalau dulu enggak terlalu seperti ini. Sekarang mungkin karena panas, habis itu gerimis, tapi enggak hujan besar jadi jalan juga enggak licin,” tuturnya.

Baca Juga: Buntut Sidak Dedi Mulyadi, 3 Tambang Pemasok Tanah Urugan Tol Bocimi Sukabumi Disetop

Dampak debu dirasakan langsung oleh aktivitas sehari-hari warga. Rahman yang berjualan daging mengaku harus lebih menjaga kebersihan dagangannya.

“Jadi berdebu, kendaraan juga. Saya jualan daging, jadi harus tertutup, harus steril. Pasti terganggu,” ucapnya.

Ia kemudian menyayangkan minimnya penanganan di lapangan. Rahman menyoroti kendaraan proyek yang langsung masuk ke jalan raya dalam kondisi kotor tanpa dibersihkan terlebih dahulu.

“Enggak ada penanganan. Kendaraan kotor langsung masuk ke jalan raya,” ungkapnya.

Rahman mengungkapkan, keluhan sejauh ini baru sebatas obrolan warga dan belum disampaikan secara resmi. Ia juga menyebut pernah ada penyiraman jalan di awal proyek, namun kini sudah tidak terlihat lagi.

“Dulu pernah ada sekali, pas awal-awal proyek, sekitar setengah tahun lalu. Sekarang belum kelihatan lagi,” katanya.

Ia berharap pihak terkait dapat lebih memperhatikan kebersihan lingkungan, terutama dampak debu bagi warga sekitar.

“Harapannya dijaga kebersihannya, polusi udara debunya. Yang kena dampak itu yang dekat dengan proyek,” tandasnya.

Baca Juga: KDM Berencana Keluarkan SE Ajakan Gen-Z Menikah Tanpa Pesta Mewah

Senada dengan warga, para pengendara motor pun mulai mengeluhkan kondisi jalan yang tertutup lapisan tanah tipis. Romli (30), seorang pengendara yang rutin melintas, menyebutkan bahwa debu tebal di siang hari mulai mengganggu jarak pandang.

“Yang paling parah ini sehabis libur panjang Lebaran. Banyak tanah yang menempel di aspal. Bisa menyebabkan pilek, gangguan pernapasan. Kalau siang panas, debu tebal, penglihatan juga terganggu,” ujarnya.

Selain itu, saat hujan kondisi jalan justru menjadi licin. Ia menyebut sempat mendapat informasi adanya pengendara yang terjatuh di wilayah sekitar.

“Kalau hujan paling parah. Jalan jadi licin. Ada informasi warga Nagrak jatuh, dua pengendara,” katanya.

Romli menjelaskan kendaraan proyek yang melintas membawa material urugan menuju dan dari proyek tol. Intensitas kendaraan tinggi dirasakan di jalur alternatif hingga jalan arteri Karangtengah.

“Mobil proyek yang lalu lalang itu banyak, di jalur alternatif Nagrak, Karangtengah, sampai jalan arteri,” ucapnya.

Ia menegaskan, masyarakat pada dasarnya mendukung penuh pembangunan proyek strategis nasional tersebut. Namun, ia meminta pihak kontraktor menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan ketat.

“Warga bukan menolak proyeknya, tapi minta SOP dijalankan. Kendaraan kalau kotor harus dibersihkan dulu, jangan sampai tanah berceceran di jalan,” pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini