Tollgate Wisata untuk Tingkatkan PAD, Dispar Sukabumi Siap Benahi Sektor Lainnya

Sukabumiupdate.com
Minggu 05 Apr 2026, 12:09 WIB
Tollgate Wisata untuk Tingkatkan PAD, Dispar Sukabumi Siap Benahi Sektor Lainnya

Kadispar Ali Iskandar (tengah) saat menghadiri kegiatan pelatihan promosi pariwisata, Sabtu 4 April 2026, di Hotel dan Resto Augusta Palabuhanratu. (Sumber : SU/Ilyas)

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengungkapkan bahwa rencana pengaktifan tollgate wisata hanyalah salah satu langkah awal (trigger) dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal tersebut disampaikan Ia saat menghadiri kegiatan pelatihan promosi pariwisata yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata RI bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sabtu 4 April 2026, di Hotel dan Resto Augusta Palabuhanratu.

Ali menjelaskan, pihaknya telah mengantongi rekomendasi dari Polda Jawa Barat, khususnya Direktorat Pengamanan Objek Vital, terkait peningkatan keamanan dan kenyamanan kawasan wisata. Saat ini, tingkat keamanan dan kenyamanan destinasi wisata di Sukabumi masih berada di angka 50,3 persen, yang dinilai masih perlu ditingkatkan.

“Beberapa langkah yang harus dilakukan antara lain menambah titik pantau, meningkatkan mitigasi, serta memperbaiki tata kelola kawasan wisata,” ujarnya.

Baca Juga: Gempa Bumi Tektonik M2,2 Guncang Cianjur, Dipicu Sesar Aktif

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Anggota DPR RI, Iman Adinugraha, yang dinilai berperan dalam mendorong penguatan tata kelola pariwisata. Menurut Ali, tata kelola yang baik mencakup pelayanan optimal kepada wisatawan serta sinergi antar pelaku usaha dalam satu manajemen kawasan.

“Ke depan, tidak boleh ada lagi duplikasi harga, pelayanan yang tidak sesuai standar, maupun kurangnya hospitality, nah itulah yang kemudian disebut dengan kawasan,” tegasnya.

Selain itu, penataan kawasan wisata juga menjadi fokus utama, sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat. Namun, intervensi dari pemerintah provinsi akan dilakukan setelah pemerintah daerah menunjukkan langkah awal dalam pembenahan.

Ali menyoroti besarnya potensi pariwisata Sukabumi yang dikenal dengan konsep “Gurilaps” (gunung, rimba, laut, pantai, dan sungai), namun kontribusinya terhadap PAD masih relatif kecil. Hal ini disebabkan keterbatasan sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan dan menjalankan fungsi pengelolaan secara optimal.

Baca Juga: 3 Prajurit TNI di UNIFIL Kembali Terluka, Indonesia Desak DK PBB Bertindak

“Setiap layanan tentu membutuhkan dukungan sumber daya. Karena itu, perlu ada kontribusi bersama dari masyarakat, oleh kita dan untuk kita,” katanya.

Sebelum penerapan tollgate, Dispar Sukabumi akan memprioritaskan penataan kawasan, termasuk penguatan sistem komunikasi antar pelaku wisata. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan koordinasi di berbagai titik destinasi.

Selain itu, penanganan sampah juga menjadi perhatian serius. Ali menyebut persoalan sampah sebagai “krisis” di kawasan wisata yang harus segera ditangani. Pihaknya tengah mengkaji penggunaan teknologi pengolahan sampah berbasis zero waste, sehingga limbah dapat diolah langsung di lokasi tanpa harus dibawa ke tempat pembuangan akhir seperti Cimenteng.

“Dengan pengolahan di lokasi, diharapkan dapat menekan biaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi di kawasan wisata,” jelasnya.

Baca Juga: Tak Perlu Antre Lama, Klaim BPJS Ketenagakerjaan Kini Bisa Lewat Antrean Online

Di sisi lain, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi fokus. Melalui fasilitasi dari Komisi VII DPR RI, pelaku usaha pariwisata mendapatkan pelatihan dari Kementerian Pariwisata untuk meningkatkan kemampuan promosi dan pengelolaan destinasi.

“Promosi tidak akan efektif jika kita belum membenahi diri. Karena itu, selain pembangunan fisik, kita juga harus membangun kesadaran dan kapasitas para pelaku wisata,” pungkas Ali.

Anggota Komisi VII DPR RI, Iman Adinugraha, mendorong penguatan sektor pariwisata di Kabupaten Sukabumi melalui berbagai program, termasuk rencana pengaktifan kembali sistem tollgate wisata sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Iman memberikan dukungan kepada Balawisata sebesar Rp15 juta untuk menunjang keselamatan wisata bahari, khususnya di kawasan pantai. Ia menilai keberadaan Balawisata sangat penting, terutama dalam mengantisipasi risiko kecelakaan laut.

Baca Juga: Okupansi KA Pangrango Tembus 17 Ribu Penumpang Selama Long Weekend Paskah 2026

Terkait pengelolaan destinasi wisata yang dimiliki pihak swasta, Iman menegaskan bahwa sistem tollgate hanya berlaku untuk kawasan yang dikelola pemerintah daerah. Sementara itu, destinasi milik swasta tetap berjalan sesuai mekanisme bisnis masing-masing.

“Kalau swasta tentu berbeda, karena mereka berinvestasi. Namun untuk tollgate, itu dikelola pemerintah dan hasilnya akan kembali untuk kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Iman juga menjelaskan bahwa program pelatihan promosi pariwisata tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang dibawa ke daerah. Selain itu, sektor pariwisata juga berkaitan erat dengan pembangunan infrastruktur, termasuk rencana pembangunan jalan alternatif untuk mengurai kemacetan menuju kawasan wisata.

Menurutnya, keberadaan jalan alternatif sangat penting mengingat kemacetan parah yang kerap terjadi, terutama saat musim liburan. Selain mengurangi kepadatan lalu lintas, jalan alternatif juga dapat menjadi lokasi penerapan sistem tollgate yang dikelola pemerintah daerah.

Baca Juga: Exit Tol Parungkuda Macet Parah Saat Long Weekend, Pengendara Antre Berjam-jam

“Kalau dulu juga sempat ada pengelolaan yang belum maksimal karena manual, diambil uangnya pakai karcis manual, mungkin kedepan sehingga tidak lagi ada kebocoran dari itu dan uangnya bisa dimanfaatkan untuk membangun destinasi destinasi wisata yang ada kabupaten Sukabumi termasuk infrastruktur, katanya.

Data menunjukkan bahwa pada libur Idulfitri 1447 H, jumlah kunjungan wisatawan ke Sukabumi mencapai sekitar 352 ribu orang. Namun, PAD yang diperoleh hanya sekitar Rp128 juta. Kondisi ini dinilai belum sebanding dengan besarnya potensi yang ada.

“Ini sangat disayangkan. Dengan sistem pengelolaan yang baik melalui tollgate, PAD bisa meningkat berkali-kali lipat dan kembali dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur serta pengembangan destinasi wisata,” tambahnya.

Iman juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam merealisasikan pembangunan jalan alternatif dan sistem pengelolaan wisata yang terintegrasi. Ia optimistis rencana tersebut dapat terwujud dengan dukungan pemerintah daerah.

“Harapan saya pariwisata di Sukabumi terus berkembang, pengunjungnya banyak sehingga ini menjadi pendongkrak ekonomi masyarakat, masyarakat kita ini memang sudah ketergantungan terutama di daerah sini, karena kalau daya beli masyarakat baik, meningkat tentu di nasional pum akan terdongkrak, meningkat,” pungkasnya. (adv)

 

Berita Terkait
Berita Terkini