SUKABUMIUPDATE.com - Lonjakan wisatawan ke Kabupaten Sukabumi selama libur Idulfitri 2026 mencapai angka mencengangkan. Dinas Pariwisata mencatat, jumlah kunjungan menembus 325 ribu orang, tersebar di puluhan destinasi, terutama kawasan Palabuhanratu.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyebut tingginya angka kunjungan ini menjadi momentum penting untuk melakukan pembenahan besar-besaran sektor pariwisata. Salah satu langkah yang tengah disiapkan yakni penerapan sistem tollgate di kawasan wisata.
“Tollgate ini menjadi salah satu solusi yang diusulkan, termasuk dari Dir Pamobvit Polda Jabar, untuk memperbaiki tata kelola sekaligus pengawasan wisata,” kata Ali saat ditemui sukabumiupdate.com pada Senin (30/3/2026).
Menurut Ali, ada sejumlah faktor yang mendorong perlunya pembenahan, mulai dari komitmen kepala daerah menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan, hingga dorongan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menata kawasan Palabuhanratu secara menyeluruh.
Baca Juga: 2 Prajurit TNI Kembali Gugur Saat Misi Perdamaian di Lebanon
"Kemudian berkaitan dengan semangat Pak Gubernur Jawa Barat (Dedi Mulyadi untuk melakukan penataan Pelabuhanratu. Kita akan coba lakukan silaturahmi ulang agar beliau mengerahkan semua potensi untuk melakukan perbaikan dan membantu Kabupaten Sukabumi melakukan penataan," ujar Ali.
Selain itu, hasil kajian risiko (risk assessment) juga menekankan pentingnya sistem pengamanan dan pengendalian pengunjung. Tollgate dinilai dapat menjadi instrumen penting untuk memastikan kapasitas kawasan tetap terkendali.
"Dengan tollgate, kita bisa memantau jumlah wisatawan secara lebih akurat, sekaligus mengantisipasi jika daya tampung sudah terlampaui," jelasnya.
Ali juga menyinggung potensi besar sektor pariwisata Sukabumi yang belum tergarap optimal. Saat ini, Pemkab baru mengelola sekitar lima destinasi wisata, padahal total potensi mencapai lebih dari 50 objek wisata yang sebagian besar dikelola masyarakat.
Lanjut Ali, sebagai perbandingan, daerah seperti Pangandaran mampu meraup pendapatan hingga Rp45–47 miliar per tahun dari sektor pariwisata. Bahkan saat momen puncak Lebaran, pendapatannya bisa menembus Rp4 miliar lebih.
Baca Juga: Akhir Pembatasan Sumbu Tiga di Libur Lebaran, 91 Truk Dilepas usai Disekat Polisi
"Ke depan, pengelolaan tidak hanya pada aset milik pemerintah, tapi juga yang dikelola dan diselenggarakan. Semua harus transparan dan bisa dipertanggungjawabkan," tegasnya.
Terkait data kunjungan, Ali mengakui pencatatan masih dilakukan secara kombinasi antara tiket resmi di enam objek wisata dan pendataan manual di sejumlah destinasi lainnya. Total, ada sekitar 52 objek wisata yang sudah terdata, meski belum seluruhnya terakomodasi.
Di sisi lain, Ali juga mengungkapkan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan serius. Dengan adanya lonjakan pengunjung menyebabkan peningkatan volume sampah di kawasan wisata, sementara sistem pengelolaan masih bersifat konvensional.
"Selama ini masih angkut, kumpul, buang. Ke depan kita akan dorong konsep zero waste, jadi sampah bisa langsung diolah di lokasi," ungkapnya.
Ali menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memberikan arahan untuk menambah petugas kebersihan dan menyiapkan sistem pengelolaan sampah di kawasan pantai. Namun hingga kini, dukungan tersebut masih dalam proses pengajuan.
"Kami telah mengirimkan proposal dan melakukan berbagai upaya koordinasi dengan pihak terkait, termasuk DPRD dan dinas provinsi, agar penanganan sampah bisa segera terealisasi," ungkap Ali.
"Kami berharap kawasan Pelabuhanratu dan destinasi lainnya dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang lebih tertata, aman, dan berkelas, sekaligus mampu mendongkrak pendapatan asli daerah," tambahnya. (adv)




