SUKABUMIUPDATE.com - Peristiwa kecelakaan laut yang terjadi pada Minggu, 22 Maret 2026 di kawasan Pantai Karangnaya, Kecamatan Cikakak, menyisakan duka bagi keluarga korban. Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi mengunjungi rumah duka remaja yang meninggal dunia akibat tenggelam.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengunjungi rumah duka korban, Sayid Hidayatullah (14), warga Kampung Pakuhaji, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, pada Rabu (25/03/2026).
Ali Iskandar menuturkan, kunjungan tersebut merupakan bentuk belasungkawa dari Pemerintah Daerah. Ia menyebutkan, kunjungan ini juga merupakan amanah dari Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah yang berhalangan hadir.
“Tentu yang pertama atas nama Pemerintah Daerah, Dinas Pariwisata menyampaikan belasungkawa,” ujarnya.
Baca Juga: Tiket Murah Jadi Daya Tarik, Geyser Cisolok Diserbu 8 Ribu Wisatawan di Libur Lebaran
Ia menjelaskan, pihaknya juga melakukan konfirmasi dan klarifikasi terkait peristiwa yang menimpa korban di kawasan Pantai Karangnaya. Lokasi tersebut berada dalam area aset Samudera Beach Hotel.
Menurutnya, upaya pengamanan sebenarnya sudah dilakukan, termasuk penyampaian imbauan kepada wisatawan agar tidak berenang di titik rawan. Namun, tingginya jumlah pengunjung saat libur Lebaran menjadi salah satu faktor terjadinya musibah.
“Petugas sudah berkali-kali menyampaikan bahwa titik tersebut rawan untuk berenang, namun karena kepadatan pengunjung, musibah itu terjadi,” kata dia.
Dalam kunjungan tersebut, Dinas Pariwisata bersama perwakilan manajemen Samudera Beach Hotel juga memberikan bantuan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian. Pemerintah desa dan kecamatan turut melakukan pendampingan.
Baca Juga: Imbas Teror Air Keras ke Aktivis KontraS, Letjen Yudi Abrimantyo Mundur dari Kabais
Dari keterangan keluarga, korban berangkat tanpa sepengetahuan orang tua bersama teman-temannya ke kawasan Palabuhanratu. Orang tua korban sebelumnya telah mengingatkan agar tidak bepergian.
Saat kejadian, korban sempat dinyatakan hilang terseret ombak, sementara rekannya berhasil diselamatkan. Keluarga sempat berharap korban selamat, hingga akhirnya mendapat kabar korban telah dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam.
Ali Iskandar mengatakan, kondisi keluarga korban awalnya terlihat tegar, namun tak kuasa menahan kesedihan saat menceritakan kronologi kejadian.
Pihak keluarga juga menyampaikan terima kasih atas kepedulian pemerintah daerah dan pengelola wisata yang telah datang untuk berbelasungkawa.
Baca Juga: Iran Batasi Akses Selat Hormuz! Indonesia Tak Masuk Daftar, Harga BBM Terancam Naik?
Korban diketahui dimakamkan di kampung halaman ayahnya di Desa Bangbayang, Kecamatan Cicurug.
Lebih lanjut, Ali menyebutkan peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bagi pengelolaan wisata pantai di Kabupaten Sukabumi. Ia menegaskan perlunya peningkatan pengawasan, edukasi kepada wisatawan, serta penataan kawasan wisata secara terintegrasi.
“Ini menjadi koreksi bagi kami. Pengelola harus lebih hati-hati, dan ke depan akan kami lakukan penataan agar lebih baik,” ujarnya.
Selain itu, Dinas Pariwisata juga melakukan kunjungan ke keluarga korban lain dalam peristiwa serupa di kawasan wisata Ujung Genteng, sebagai bentuk empati dan evaluasi bersama lintas instansi.
Ali berharap, peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar keselamatan wisatawan di kawasan pantai dapat lebih diperhatikan. (adv)



