SUKABUMIUPDATE.com – Penangkapan Denny Wiraatmaja alias Koko oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyisakan cerita yang tak biasa. Sosok yang dikenal sebagai salah satu pengendali peredaran narkotika di klub malam Whiterabit, Jakarta Selatan itu, diringkus saat bersembunyi di wilayah terpencil di Kabupaten Sukabumi.
Penangkapan dilakukan pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, tepatnya di Desa Karanganyar, Kecamatan Jampangkulon. Koko, yang sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), diamankan di sebuah lokasi yang disebut-sebut sebagai petilasan Eyang Sembah Dalem, sebuah tempat yang selama ini dikenal kental dengan nuansa spiritual.
Namun hingga kini, titik pasti penangkapan masih menyisakan teka-teki. Informasi yang beredar justru memicu rasa penasaran di kalangan warga setempat.
Baca Juga: Kolaborasi Disperkim-Polres, Jembatan Melintir di Cibadak Siap Dibangun Pekan Depan
Warga Desa Karanganyar, Wa Oji, mengungkapkan bahwa wilayah tersebut memang memiliki sejumlah lokasi yang kerap dijadikan tempat berziarah oleh masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah.
“Di Desa Karanganyar ada beberapa lokasi yang sering dikunjungi untuk berziarah, seperti Tanjung, Cibancet Mataram, objek wisata Puncak Buluh, serta Caringin Kurung di Kampung Cikuya yang berada di bawah kaki Puncak Buluh,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Jumat (3/4/2026).
Ia menambahkan, dari sejumlah lokasi tersebut, Caringin Kurung menjadi titik yang paling ramai didatangi peziarah, dengan berbagai tujuan yang tak jarang bersifat pribadi dan sensitif.
“Biasanya mereka datang dengan maksud tertentu, ada yang ingin naik pangkat, menghadapi kasus hukum, urusan korupsi, hingga masalah hutang piutang. Tapi kaitannya dengan keberadaan DPO tersebut, kami tidak mengetahui,” kata Wa Oji.
Baca Juga: Libur Panjang, Antrean Kendaraan Menumpuk 5 Kali Lipat di Exit Tol Parungkuda
Di balik ketenangan alamnya, kawasan tersebut ternyata menyimpan aktivitas yang cukup intens. Terdapat fasilitas sederhana seperti tempat beristirahat dan mushola yang biasa digunakan para peziarah yang datang silih berganti.
Sementara itu, seorang warga lainnya berinisial DY menduga kuat bahwa penangkapan berlangsung di kawasan kramat Caringin Kurung, yang berada di bawah Bukit Puncak Buluh, lokasi yang dikenal memiliki goa dan petilasan yang diyakini sebagai tempat Eyang Sembah Dalem.
“Di sana ada goa dan petilasan yang diyakini sebagai tempat Eyang Sembah Dalem. Jika benar penangkapan dilakukan di petilasan, kemungkinan besar di Caringin Kurung,” ujarnya.
Akses menuju lokasi tersebut pun tidak mudah. Dari jalan kabupaten Cijaksa–Mataram, tepatnya dari patokan SDN Karanganyar menuju Kampung Cikuya, jaraknya sekitar 500 meter. Perjalanan kemudian harus dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 1 kilometer, melintasi alur persawahan di lereng berbatu yang cukup terjal hingga mencapai lokasi yang dimaksud.
Baca Juga: Sidang MK: Pemohon Bongkar Budgetary Abuse of Power UU APBN 2026 Demi MBG
“Memang banyak orang yang datang untuk bertapa atau semedi di goa Caringin Kurung sesuai dengan tujuan masing-masing. Jadi kami menduga kuat penangkapan terjadi di sana,” tambahnya.
Menguatkan lokasi penangkapan, Dudu Kustiawan alias Kekes seorang tokoh masyarakat sekaligus mantan Kades setempat turut membenarkan bahwa lokasi penangkapan bandar narkoba tersebut terjadi di Caringin Kurung yang diyakini sebagai tempat Eyang Sembah Dalem.
Kasus ini sontak menjadi sorotan, bukan hanya karena sosok yang ditangkap merupakan buronan narkotika, tetapi juga karena lokasi persembunyiannya yang berada di kawasan yang selama ini dikenal sebagai tempat spiritual. Perpaduan antara dunia kriminal dan nuansa mistis inilah yang membuat peristiwa ini menyita perhatian publik.




