SUKABUMIUPDATE.com - Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (TJM) Kabupaten Sukabumi, khususnya Cabang Kabandungan, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan pelayanan air bersih yang terjadi selama Mei 2026.
Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri Kabupaten Sukabumi, Iyus Sugiarto, menjelaskan gangguan pelayanan tersebut dipicu serangkaian bencana alam yang terjadi di wilayah hulu Sungai Citamiang, kawasan Taman Nasional, yang menjadi sumber air baku instalasi pengolahan air (WTP) Kabandungan.
“Pada awal Mei terjadi bencana tanah longsor yang mengakibatkan sumber air baku tercemar dengan tingkat kekeruhan yang sangat tinggi,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Selasa (19/5/2026).
Menurut Iyus, kondisi tersebut menyebabkan proses pengolahan air sempat dihentikan sementara karena air baku tidak memenuhi standar untuk diolah. Meski demikian, dalam satu hingga dua hari berikutnya proses pengolahan sudah dapat kembali dilakukan.
Baca Juga: Kritis Tak Sadarkan Diri, Korban Pembacokan di Cikidang Alami Luka Kepala hingga 28 Jahitan
“Alhamdulillah, dalam satu hingga dua hari berikutnya air sudah dapat diolah kembali,” katanya.
Namun, distribusi air tidak dapat langsung pulih secara merata karena sistem distribusi di wilayah Kabandungan menggunakan sistem gravitasi.
Ia menjelaskan, seiring masih berlangsungnya musim hujan, bencana serupa kembali terjadi. Sekitar satu minggu setelah kejadian pertama, hujan lebat kembali mengguyur kawasan hulu Sungai Citamiang dan berdampak pada aliran air menuju instalasi pengolahan.
“Hingga saat ini tercatat telah terjadi tiga kali banjir bandang yang secara signifikan mengganggu sistem pengolahan air,” jelasnya.
Meski demikian, Iyus memastikan kondisi saat ini sudah mulai teratasi dan proses pengolahan air kembali berjalan. Pihaknya juga terus memantau kondisi alam serta kualitas air baku secara intensif guna menjaga pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai langkah mitigasi, manajemen Perumdam TJM saat ini tengah merencanakan modifikasi pada sistem pengolahan di WTP Kabandungan agar gangguan serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.
Baca Juga: Polisi Ungkap Kronologi Tabrakan PCX vs Elf di Purabaya Sukabumi, Korban Luka Serius
Menurutnya, upaya perbaikan difokuskan pada peningkatan kapasitas dan ketahanan sistem pengolahan air di instalasi milik Perumdam TJM.
“Kami tidak dapat melakukan intervensi fisik maupun mengubah kondisi alam di kawasan Taman Nasional sebagaimana diatur regulasi yang berlaku,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses modifikasi tersebut memerlukan waktu persiapan serta dukungan pembiayaan yang memadai. Meski begitu, pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikannya secepat mungkin demi menjaga pelayanan air bersih bagi pelanggan di wilayah Kabandungan.
“Kami sekali lagi menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Kepercayaan pelanggan adalah prioritas utama kami dan kami senantiasa berupaya memberikan pelayanan terbaik,” pungkasnya.(adv)




