Ditengah Penghematan Anggaran, Warga Sukabumi Lintasi Jembatan Uji Nyali

Sukabumiupdate.com
Rabu 01 Apr 2026, 13:27 WIB
Ditengah Penghematan Anggaran, Warga Sukabumi Lintasi Jembatan Uji Nyali

Jembatan uji nyali di kampung Kamandoran Cibadak Kabupaten Sukabumi (Sumber: dok warga)

SUKABUMIUPDATE.com - Warga Kampung Kamandoran, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mengeluhkan kondisi jembatan penghubung yang rusak dan belum diperbaiki hingga Rabu (1/4/2026). Jembatan kayu \tersebut rusak parah, bentuknya sudah melintir dan disangga bambu dari dasar sungai cimahi.

Jembatan pejalan kaki tersebut menjadi akses utama yang menghubungkan Kampung Kamandoran RT 03 RW 09 dengan Kampung Karangtengah Hilir RT 04 dan RT 08. Kerusakan jembatan ini berdampak pada aktivitas warga, dan rencana perbaikan pun hanya wacana, terhambat program penghematan anggaran pemerintah. 

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Mawaldi, mengatakan, keluhan warga terus berdatangan karena jembatan itu merupakan jalur terdekat untuk mobilitas sehari-hari. “Banyak masyarakat yang mengeluh karena ingin jembatan itu bagus dan diperbaiki,” kata Mawaldi.

Baca Juga: Link Twibbon Hari Jadi Kota Sukabumi ke-112: Harmoni Dalam Kolaborasi, Bersama membangun Kota

Menurutnya sejumlah ketua RT dan RW sempat mendatangi kantor Desa Karangtengah untuk mendesak percepatan penanganan. “Beberapa RT dan RW mendatangi kepala desa agar cepat diselesaikan,” ujarnya.

Mawaldi menjelaskan, laporan kerusakan jembatan tersebut telah diterima sejak 19 Januari 2026. Sudah dilakukan mediasi antara warga Kamandoran, Karangtengah Hilir, dan Kampung Lodaya, untuk melakukan penanganan.

“Tadi ada mediasi, dan ada titik terang dari kepala desa. Kami juga dapat informasi dari Perkim, rencananya akan disurvei dulu,” katanya.

Baca Juga: Lantik 3 Pejabat Baru, Bupati Sukabumi: ASN Harus Responsif dan Siap Dikritik Publik

Ia menuturkan, perbaikan direncanakan dilakukan setelah proses survei. “Kata Perkim akan diperbaiki dua hari ke depan, tapi akan dicek dulu,” ujarnya.

Selama proses perbaikan, akses warga direncanakan dialihkan ke jalur alternatif. “Kalau diperbaiki, kemungkinan dialihkan ke Al Ummah, belakang SMPN 1, sampai ke Lodaya,” ucapnya.

Di sisi lain, warga masih tetap melintasi jembatan tersebut karena tidak ada pilihan lain. Jika tidak melalui jembatan itu, warga harus memutar cukup jauh. “Kalau tidak lewat situ, harus muter ke Legok Picung atau ke arah Bocimi Kamandoran,” jelasnya.

Baca Juga: WFH Sektor Swasta Segera Berlaku? Airlangga: Tunggu SE dari Kemenaker

Terkait kondisi fisik, Mawaldi menyebut bagian tengah jembatan menjadi titik paling rawan karena material besi sudah berkarat dan lapuk. Selain itu, pondasi juga mulai terdampak meski belum terlalu parah.

“Bagian tengahnya yang berpotensi ambruk karena besinya sudah berkarat. Pondasi juga ada sedikit tergerus,” katanya.

Ia mengingatkan, jika hujan deras kembali terjadi, kondisi jembatan berpotensi semakin memburuk. “Kalau hujan deras lagi, bisa amblas,” ucapnya.

Baca Juga: Ragu Soal Harga BBM: Pemerintah Akhirnya Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, 50 Liter Per Hari

Sebelum kerusakan semakin parah, sempat terjadi insiden ketika seorang pelajar hampir terjatuh saat melintas. “Pernah ada anak sekolah mau melintas, hampir jatuh, terdengar bunyi retak. Ada sekitar enam pelajar yang melintas ke SMP PGRI,” ungkapnya.

Untuk sementara, warga melakukan perbaikan seadanya dengan menggunakan bambu sebagai penopang pada bagian yang miring dan rawan amblas. “Ditambal sulam pakai bambu. Yang miring disangga, yang hampir amblas juga diperkuat,” katanya.

Sebelumnya, pada Januari 2026 lalu, jembatan sempat dipasang garis pembatas oleh petugas sebagai tanda bahaya. “Waktu itu dicek pagi, sorenya dipasang garis oleh Satpol PP dan diberi pembatas kayu,” ujar Mawaldi.

Baca Juga: Banyak Acara Seru Termasuk di Sukabumi, Jadwal Event Jawa Barat April 2026

Namun, pembatas tersebut sempat dibuka kembali oleh warga saat momen Lebaran karena tingginya aktivitas, termasuk ziarah ke makam. “Kemarin dibuka lagi sama warga, lalu ditunjang pakai bambu dan diperkuat lagi,” tuturnya.

Mawaldi menambahkan, jembatan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan, sekitar lima tahun lalu akibat derasnya arus air saat hujan. “Pernah rusak sekitar lima tahun lalu karena air saat hujan deras dan diperbaiki pada saat itu,” pungkasnya.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini