SUKABUMIUPDATE.com – Viral di media sosial facebook, unggahan video rekaman cctv memperlihatkan dugaan aksi pemalakan yang disertai ancaman senjata tajam terjadi di Warung Madura di wilayah Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi pada Kamis (26/3/2026) sekira pukul 02.45 Wib dini hari.
Berdasarkan video rekaman cctv, kejadian berlangsung sekitar pukul 02.45 WIB. Diduga, pelaku berjumlah dua orang dengan peran berbeda. Satu orang terlihat jelas wajahnya dan terekam kamera CCTV, sementara satu lainnya menggunakan masker dan helm untuk menutupi identitas.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di dua lokasi berbeda, yakni di Warung Madura yang berada di sebelah RS Betha Medika serta Warung Madura di samping toko JNT di Jalan Cibatu–Cisaat.
Baca Juga: Puncak Arus Balik Lebaran Sukabumi Terpantau Padat di Akhir Pekan
Dalam aksinya, kedua pelaku diduga melakukan pemalakan terhadap penjaga warung sambil membawa senjata tajam yang menyerupai pedang katana (samurai). Mereka juga disebut sempat melontarkan ancaman untuk menakut-nakuti korban.
Rekaman CCTV yang memperlihatkan wajah salah satu pelaku kini telah beredar di kalangan warga. Namun demikian, pengunggah mengimbau masyarakat untuk tidak bertindak main hakim sendiri apabila menemukan atau mengenali terduga pelaku.
Dalam hal ini, pengunggah yang mengaku sebagai warga asli Desa Cibatu menyebut bahwa dua terduga pelaku pemalakan itu sempat mengaku sebagai warga Desa Cibatu, namun demikian pihaknya menegaskan bahwa dua terduga pelaku itu bukan merupakan warga setempat.
Baca Juga: Hilang Kendali Saat Nyalip, Kronologi Pemotor Perempuan Tewas Terlindas Truk di Cibadak
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan keberadaan pelaku.
Warga, khususnya para pemilik usaha yang beroperasi hingga malam hari di wilayah Cibatu–Cisaat, diminta meningkatkan kewaspadaan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Sementara itu, masyarakat berharap aparat kepolisian segera menindaklanjuti kasus ini demi menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.
Hingga berita berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian setempat.




