Puncak Arus Balik Lebaran Sukabumi Terpantau Padat di Akhir Pekan

Sukabumiupdate.com
Minggu 29 Mar 2026, 11:41 WIB
Puncak Arus Balik Lebaran Sukabumi Terpantau Padat di Akhir Pekan

Ilustrasi kepadatan arus balik libur lebaran di Sukabumi. (Sumber : Ilustrasi AI)

SUKABUMIUPDATE.com – Kepadatan arus lalu lintas sempat terjadi di jalur Bocimi dan sejumlah titik di Sukabumi pada Sabtu (28/3/2026) malam. Memasuki Minggu pagi, arus kendaraan masih terpantau bergerak dengan dominasi arus balik, meski sebagian wisatawan masih terlihat menuju kawasan wisata.

Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Abdurrohman Hidayat, mengatakan sebagian wisatawan diperkirakan mulai kembali, namun arus kendaraan ke lokasi wisata belum sepenuhnya berhenti.

“Kami prediksi sebagian wisatawan dari Palabuhanratu maupun Sukabumi Kota sudah berangsur kembali. Namun, masih terlihat kendaraan yang menuju tempat wisata, walaupun tidak dominan seperti hari sebelumnya,” ujarnya.

Ia memperkirakan aktivitas wisata berlangsung hingga Sabtu malam, sementara pada Minggu arus balik masih akan terus berjalan.

Baca Juga: Fungsional Terakhir, Lalin Arus Balik di Bocimi Seksi 3 Berlaku One Way Bergantian

“Mungkin maksimal sampai malam itu, dan untuk besok kami tetap mengantisipasi karena masih terlihat kendaraan yang mengarah ke Sukabumi maupun Palabuhanratu,” katanya.

Dari keseluruhan arus yang terpantau, kendaraan yang melakukan perjalanan balik masih lebih dominan dibandingkan kendaraan yang datang untuk berwisata. “Lebih dominan arus balik,” ucapnya.

Sejumlah titik kepadatan terpantau di jalur utama, diantaranya Simpang Ratu, Pasar Cibadak, hingga Warungkiara.

“Untuk titik kepadatan paling terasa di Simpang Ratu, Pasar Cibadak, dan Warungkiara. Sampai sekarang masih terpantau cukup padat,” jelasnya.

Untuk mengurai kepadatan, Satlantas Polres Sukabumi telah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah. “Pada hari Sabtu kami melaksanakan dua kali one way, untuk menguras kendaraan dari Simpang Ratu menuju Gerbang Tol Parungkuda,” katanya.

Penerapan rekayasa tersebut akan dilakukan kembali secara situasional, menyesuaikan kondisi arus di lapangan. “Jika terjadi kepadatan kembali dan membutuhkan rekayasa, maka one way akan kembali kami laksanakan,” pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini