SUKABUMIUPDATE.com – Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (Perumdam TJM) Kabupaten Sukabumi terus melakukan perbaikan jembatan pipa transmisi yang terdampak longsor di wilayah Cipanengah, Kecamatan Parakansalak.
Penanganan dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih parah yang berpotensi mengganggu pasokan air bersih ke pelanggan di wilayah Parakansalak dan Parungkuda.
Kepala Cabang Perumdam TJM Parakansalak, Asep Ramdani, mengatakan pekerjaan yang berlangsung saat ini merupakan lanjutan dari upaya penanganan darurat terhadap jembatan pipa yang mengalami kerusakan akibat longsor.
"Masih yang kemarin. Ini penanganan lanjutan untuk memperbaiki jembatan pipa yang roboh," ujar Asep, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, perbaikan difokuskan pada dua jalur pipa transmisi utama berdiameter 8 inci dan 10 inci yang menjadi tulang punggung distribusi air di kawasan tersebut.
Meski konstruksi penyangga mengalami kerusakan, aliran air bersih hingga saat ini masih berjalan normal dan belum mengganggu pelayanan kepada pelanggan.
Baca Juga: Luapan Sungai Cibuntu Picu Longsor, Distribusi Air Perumda TJM di Parungkuda-Parakansalak Terganggu
Asep menjelaskan kondisi jembatan pipa belum roboh sepenuhnya, namun sudah mengalami kemiringan setelah bagian penyangga di bawahnya hilang akibat longsor.
"Yang dikhawatirkan itu pipa belum roboh seluruhnya, tetapi sudah miring karena tidak ada penahan di bawahnya. Kalau terjadi hujan besar, dikhawatirkan bisa roboh total. Karena itu sekarang kami lakukan penyanggaan sementara," katanya.
Untuk penanganan permanen, Perumdam TJM tidak akan memindahkan jalur pipa. Perusahaan memilih memperkuat konstruksi penyangga di lokasi yang sama agar jaringan distribusi tetap aman dan berfungsi optimal.
"Tetap di lokasi awal. Bukan relokasi, tetapi penguatan konstruksi penyangga pipa agar lebih kokoh dan aman," jelas Asep.
Saat ini Perumdam TJM masih menunggu kedatangan material baja H-beam dari Bekasi yang akan digunakan sebagai penyangga utama jembatan pipa. Selain itu, alat berat juga disiapkan untuk mendukung proses pemasangan tanpa harus menghentikan distribusi air kepada pelanggan.
Material berukuran sekitar 12 meter tersebut rencananya akan diturunkan terlebih dahulu di Lapang Bojonglongok sebelum dipotong dan diangkut ke lokasi pekerjaan.
"Nanti material dipotong terlebih dahulu di lapangan, kemudian dibawa ke lokasi dalam ukuran yang lebih kecil agar mudah dipasang," ujarnya.
Asep memastikan hingga saat ini belum ada wilayah yang terdampak gangguan distribusi air. Namun, kondisi bisa berubah apabila kedua jalur pipa tersebut sampai terputus atau lepas secara bersamaan.
"Kalau saat ini air masih mengalir normal. Tetapi jika kedua jalur pipa sampai lepas, wilayah Parakansalak dan Parungkuda bisa mengalami gangguan distribusi bahkan mati total," katanya.
Perumda TJM menargetkan proses perbaikan dapat selesai secepat mungkin. Sebelum pekerjaan dilakukan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa serta pemilik lahan di sekitar lokasi untuk mendukung kelancaran penanganan.
"Kami menargetkan pekerjaan selesai secepatnya. Koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat sekitar juga sudah dilakukan agar proses perbaikan berjalan lancar," pungkasnya. (adv)





