Di Cisaat Sukabumi, Slamet Tekankan Pentingnya Nilai Kebangsaan di Tengah Perubahan Zaman

Sukabumiupdate.com
Rabu 11 Mar 2026, 11:12 WIB
Di Cisaat Sukabumi, Slamet Tekankan Pentingnya Nilai Kebangsaan di Tengah Perubahan Zaman

Anggota MPR RI drh Slamet, saat melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (11/3/2026). (Sumber : Istimewa.).

SUKABUMIUPDATE.com - Anggota MPR RI dari daerah pemilihan Kota dan Kabupaten Sukabumi, drh Slamet, melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan pada Rabu (11/3/2026). Kali ini bertempat di Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan itu diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, mulai tokoh agama, pemuda, hingga warga yang ingin memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa.

Dalam paparannya, Slamet menjelaskan Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, merupakan pedoman utama dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

Baca Juga: Dewan Yusuf Maulana Tarling dan Santuni Anak Yatim di Gegerbitung

“Di tengah perubahan zaman dan perkembangan teknologi informasi, pemahaman terhadap nilai kebangsaan menjadi semakin penting agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh perbedaan,” kata dia.

Sebagai anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Slamet juga menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung pembangunan, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan yang menjadi fokus komisinya.

Ia berharap kegiatan sosialisasi ini dapat memperkuat semangat persatuan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keutuhan bangsa.

Baca Juga: Slamet Minta Pemerintah Kendalikan Harga Pangan Jelang Idulfitri dan Hari Raya Hindu

Para peserta terlihat berdiskusi dan menyampaikan aspirasi yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan pembangunan daerah. “Semoga melalui kegiatan ini, nilai-nilai Empat Pilar semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat,” lanjut Slamet. (ADV)

 

Berita Terkait
Berita Terkini